Jakarta - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Kemajuan Signifikan dalam Pemulihan Infrastruktur
Tito menegaskan bahwa sejak bencana melanda, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani dampaknya. Saat kejadian, sejumlah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, listrik, dan jaringan komunikasi mengalami gangguan serius.
Setelah hampir tiga bulan masa pemulihan, kondisi di berbagai wilayah, termasuk Pidie Jaya, mulai berangsur normal. "Nah, intinya bahwa selama lebih kurang hampir dua bulan, tiga bulan ini, sudah banyak perubahan yang terjadi. Jalan nasional sudah bisa lewat, listrik sudah input, internet (masuk), mungkin juga BBM," kata Tito dalam keterangan tertulis pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menambahkan, "Saya ingat betul di Pidie Jaya, SPBU-nya, ngantri panjang, bahkan ada yang tutup. Sekarang saya lihat sudah normal." Meski demikian, Tito menekankan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pembersihan lumpur akibat banjir, penanganan sedimen sungai, serta perbaikan jembatan dan jalan yang rusak.
Fokus pada Penanganan Pengungsi dan Bantuan Sosial
Selain infrastruktur, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada penanganan pengungsi. Satgas PRR menargetkan seluruh pengungsi tidak lagi tinggal di tenda sebelum perayaan Idulfitri mendatang. "Nah khusus untuk pengungsi, kita menarget, pengungsi ini sebelum Idulfitri, tidak ada lagi yang di tenda. Kemarin kami rapat penuh, hasilnya semua harus di huntara, hunian sementara," ungkap Tito.
"Atau mereka diberikan Dana Tunggu Hunian," lanjutnya. Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak, antara lain:
- Bantuan kebutuhan hidup harian
- Bantuan isi perabot rumah tangga
- Bantuan ekonomi bagi pihak yang berhak
Pidie Jaya sebagai Penerima Bantuan Tahap Awal Terbesar
Tito mengungkapkan bahwa Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan tahap awal dalam jumlah besar. Hal ini karena pemerintah daerah setempat mampu menyiapkan data penerima secara cepat dan lengkap. "Sebetulnya acaranya serempak di seluruh kabupaten (ada) 52, tiga provinsi, karena Pidie Jaya paling besar menerima (bantuan) yang tahap pertama. Kenapa paling besar?" kata Tito.
"Karena Pak Bupatinya bisa memberikan data duluan paling lengkap, gara-gara itu. Terima kasih Pak Bupati," pungkasnya. Upaya ini menunjukkan kolaborasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.



