Tito Karnavian: Data Lengkap dari Pemda Kunci Cepatnya Penyaluran Bantuan Bencana
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Prioritas untuk Daerah dengan Data Tercepat
Menurut Tito, Pemerintah Pusat memberikan prioritas kepada daerah yang paling cepat menyerahkan data korban terdampak untuk menerima bantuan lebih dahulu. Pernyataan ini disampaikan saat penyerahan bantuan di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Jumat (6/3/2026).
"Strateginya sederhana, siapa yang paling cepat mengirimkan data, dia juga yang paling cepat kita kirimkan bantuan sosialnya," kata Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tahap pertama mencapai hampir Rp900 miliar, dengan sekitar separuhnya dialokasikan untuk wilayah Aceh. Kabupaten Pidie Jaya menjadi penerima bantuan terbesar karena dinilai paling cepat dan lengkap dalam menyerahkan data korban terdampak kepada pemerintah pusat.
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Berdasarkan data Kementerian Sosial, bantuan yang telah disalurkan meliputi:
- Santunan ahli waris bagi 56 korban meninggal dunia sebesar Rp 840 juta.
- Bantuan bagi 23 korban luka berat senilai Rp 115 juta.
- Jaminan hidup (jadup) bagi 66.629 jiwa selama 90 hari dengan total nilai sekitar Rp 89,9 miliar.
- Bantuan isi hunian sementara (huntara) bagi 18.839 kepala keluarga sebesar Rp 56,5 miliar.
- Bantuan stimulan sosial ekonomi bagi 18.839 kepala keluarga senilai Rp 94,1 miliar.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 241,6 miliar, dengan penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Dukungan Tambahan dari Kementerian Dalam Negeri
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri turut memberikan dukungan berupa 250 paket perlengkapan ibadah, 20 unit dump truck, tujuh unit excavator, serta tiga unit backhoe loader untuk membantu percepatan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
"Selain bantuan langsung, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana," jelas Tito.
Pentingnya Data untuk Pembangunan Hunian Tetap
Tito menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian tetap juga bergantung pada kelengkapan data dari pemerintah daerah, termasuk pilihan warga apakah ingin rumah dibangun di lahan sendiri atau di kawasan hunian komunal.
Dia meminta para kepala daerah segera membentuk tim untuk mendata warga secara rinci agar proses pembangunan hunian tetap dapat segera dilaksanakan. "Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa langsung eksekusi bersama BNPB dan Kementerian Perumahan," pungkasnya.
Dalam kunjungan Kasatgas PRR ke Pidie Jaya, turut hadir Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, dan Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris.
