Survei KedaiKOPI Catat Tingkat Kepuasan Tinggi untuk Mudik Lebaran 2026
Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa puas dengan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Survei ini dilakukan pada periode 23 hingga 30 Maret 2026, melibatkan 1.101 responden yang memenuhi kriteria sebagai pemudik.
Nilai Rata-rata Kepuasan Mencapai 7,18 dari Skala 10
Ashma Nur Afifah, Head of Research dari Lembaga Survei KedaiKOPI, menjelaskan bahwa dari skala 1 sampai 10, nilai kepuasan rata-rata yang diperoleh adalah 7,18. "Dari skala tersebut kita dapat kategorikan bahwa responden yang melakukan mudik cukup puas dengan layanan atau manajemen mudik yang telah dilakukan oleh pemerintah," ujarnya dalam kanal YouTube Survei KedaiKOPI, seperti dikutip pada Senin 6 April 2026.
Lebih lanjut, Ashma menyebutkan bahwa sekitar 88,8 persen responden yang bermudik merasa puas terhadap manajemen mudik Lebaran 2026. Kepuasan ini diukur berdasarkan dua aspek utama, yaitu layanan armada transportasi umum serta infrastruktur dan kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan.
Aspek Layanan Transportasi dan Infrastruktur Jadi Sorotan
Dari sisi layanan armada transportasi, kepuasan terhadap kenyamanan armata mencatat persentase tertinggi. Sementara itu, dari aspek infrastruktur, jalan tol menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal keamanan dan penerangan dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan pengaturan jalan, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau contraflow, juga mendapat apresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 80 persen.
Selain itu, layanan posko kesehatan dinilai memuaskan oleh 82 persen pemudik, sedangkan fasilitas rest area, khususnya ketersediaan bahan bakar, diapresiasi oleh 87 persen responden. "Ada juga tentang posko kesehatan, 82 persen pemudik puas dengan layanan di posko kesehatan. Dan untuk fasilitas rest area, pemudik mengapresiasi ketersediaan bahan bakar yang ada di rest area, ada 87 persen," jelas Ashma.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi TNI-Polri
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada bulan Maret lalu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau. "Untuk semua kementerian dan badan saya berharap bahwa kita laksanakan persiapan menghadapi lebaran, kita yakinkan bahwa mudik tahun ini berjalan dengan baik aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Utamakan keselamatan di jalan dan persiapkan segala aspek dengan matang," kata Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Presiden juga menekankan sinergi dengan TNI dan Polri dalam mendukung kelancaran arus mudik, serta peningkatan kualitas layanan publik di berbagai titik transportasi. Hal ini mencakup pengendalian antrean, jaminan ketersediaan energi, dan layanan komunikasi. "Saya minta Menteri Perhubungan untuk memastikan bahwa kebijakan diskon harga bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik diskon tiket pesawat, kereta api, kapal laut, dan jalan tol dan memastikan pelayanan yang baik di setiap tempat," tambahnya.
Upaya Perbaikan Infrastruktur dan Layanan
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelancaran mudik, pihak Jasa Marga mengoperasikan 19 gardu tol, meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 15 gardu. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat transaksi dan mengurangi kemacetan, seperti yang terlihat di gerbang tol Cikampek Utama 2, Jawa Barat, pada Selasa 17 Maret 2026.
Dengan berbagai perbaikan ini, survei KedaiKOPI mengonfirmasi bahwa penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Hasil ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat dalam menciptakan pengalaman mudik yang lebih baik.



