Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap, Pengungsi Diminta Segera Tinggalkan Tenda
Satgas PRR Percepat Huntara dan Huntap, Pengungsi Diminta Tinggalkan Tenda

Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntara dan Huntap, Pengungsi Diminta Segera Tinggalkan Tenda

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan prioritas utama pemindahan pengungsi dari tenda darurat ke hunian yang lebih layak. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).

Fokus pada Kesejahteraan Pengungsi

Tito menegaskan bahwa perhatian utama Satgas PRR saat ini adalah memastikan pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda. "Yang menjadi atensi kita tentu adalah pengungsi. Karena pengungsi ini harus segera, jangan terlalu lama di tenda," ujarnya. Penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah, mulai dari rusak ringan hingga hilang sepenuhnya, untuk memberikan solusi yang tepat bagi setiap kondisi.

Progres Pembangunan Huntara dan Huntap

Satgas PRR mencatat rencana pembangunan hunian sementara (huntara) mencapai 17.036 unit. Hingga kini, sebanyak 5.489 unit atau sekitar 32 persen telah berhasil diselesaikan di tiga provinsi terdampak, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pembangunan dilakukan melalui berbagai cara, termasuk:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Pembangunan fisik langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
  • Opsi sewa kontrak atau tinggal sementara di rumah keluarga bagi warga yang memilih fleksibilitas.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan. Pada tahap awal, bantuan diberikan sekaligus sebesar Rp1,8 juta untuk periode tiga bulan, dilengkapi dengan dukungan perabotan dan stimulan ekonomi berdasarkan penilaian kepala daerah setempat. Hal ini bertujuan agar warga terdampak dapat segera kembali mandiri secara ekonomi.

Target Huntap dan Opsi Hunian

Sejalan dengan pembangunan huntara, Satgas PRR juga memfokuskan pengerjaan hunian tetap (huntap) dengan total rencana mencapai 15.719 unit. Progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif, dengan target spesifik di setiap provinsi:

  1. Sumatera Barat: 3.657 unit
  2. Sumatera Utara: 3.462 unit
  3. Aceh: 8.600 unit

Bagi warga yang rumahnya rusak berat namun berada di lokasi yang masih aman, tersedia pilihan pembangunan kembali secara in situ di tanah sendiri oleh BNPB. Sementara itu, bagi warga yang berada di zona rawan, pemerintah menyediakan opsi relokasi secara berkelompok dalam satu kompleks yang dikerjakan oleh Kementerian PKP. "Untuk yang ingin berkelompok, satu kompleks, dibangunkan oleh Kementerian PKP," kata Tito.

Sinergi untuk Pemulihan Wilayah

Sinergi antara Satgas PRR, kementerian terkait, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan seluruh target hunian dapat segera terpenuhi. Koordinasi lintas sektoral ini tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan, tetapi juga mendorong pemulihan kesejahteraan dan kebangkitan ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera pascabencana. Dengan upaya terpadu ini, diharapkan pengungsi dapat segera menempati hunian yang layak dan memulai kehidupan baru yang lebih stabil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga