Pramono Anung Serukan Reformasi Sistem Pelaporan Usai Skandal Foto AI di Kalisari
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengadakan pertemuan besar-baru ini dengan ribuan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) beserta perangkat wilayah dalam forum Town Hall Meeting. Pertemuan ini digelar sebagai respons langsung terhadap kasus kontroversial di mana laporan warga di daerah Kalisari ditindaklanjuti dengan menggunakan foto hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam pidatonya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026), Pramono dengan tegas menyatakan bahwa insiden ini telah mencoreng wajah Jakarta di mata publik. Ia mengakui bahwa kasus manipulasi tersebut menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan perbaikan mendasar.
Komitmen Perbaikan Sistem dan Tata Kelola
Pramono menekankan perlunya pembenahan sistem dan tata kelola yang lebih baik, terutama terkait mekanisme pelaporan masyarakat dan unggahan hasil kerja di lapangan. "Kami memperbaiki sistem dan tata kelola agar lebih transparan dan terbuka. Masukan dari warga Jakarta adalah modal bagi kami untuk perbaikan diri," ujar Pramono di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa langkah konkret yang akan diambil Pemprov DKI Jakarta meliputi:
- Memperketat sistem verifikasi laporan warga secara menyeluruh.
- Membatasi akses unggahan foto atau dokumen hanya kepada pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab.
- Meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah untuk memastikan akurasi data.
Pramono menegaskan, "Saya sebagai Gubernur tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali. Tidak ada ruang untuk pengulangan kesalahan yang sama."
Transformasi Pola Kerja PPSU dan Perangkat Wilayah
Selain perbaikan sistem, Gubernur juga menyoroti pentingnya perubahan pola kerja internal di kalangan PPSU dan jajaran pemerintah wilayah. Ia meminta agar kinerja tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi semata, tetapi harus mencerminkan kondisi riil di lapangan.
"Saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar menyenangkan pimpinan, tetapi kerja nyata di lapangan harus menjadi prioritas," tegas Pramono. Menurutnya, PPSU sebagai ujung tombak pelayanan publik memegang peran krusial dalam membentuk citra Jakarta ke depannya.
Pramono menambahkan, "Saya merasa sebagai Gubernur tidak bisa bekerja sendirian. Kesuksesan perbaikan ini membutuhkan dukungan penuh dari PPSU dan seluruh elemen pemerintah." Ia berharap dengan sinergi yang solid, insiden memalukan seperti penggunaan foto AI dapat dihindari di masa mendatang.
Forum Town Hall Meeting ini menjadi momentum penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat setelah kasus yang viral tersebut.



