Pramono Anung Serahkan 26 Rumah Hasil Bedah, Targetkan 663 Unit Diperbaiki Tahun Ini
Pramono Serahkan 26 Rumah Bedah, Target 663 Unit Tahun Ini

Pramono Anung Resmikan Penyerahan 26 Unit Rumah Hasil Program Bedah Rumah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menyerahkan 26 unit rumah yang telah menjalani renovasi melalui program bedah rumah. Penyerahan simbolis ini dilakukan di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Target Ambisius: 663 Unit Rumah Akan Diperbaiki pada Tahun 2026

Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung mengungkapkan target yang cukup ambisius untuk tahun ini. Pemprov DKI Jakarta menargetkan sebanyak 663 unit rumah dapat direnovasi melalui program bedah rumah. Angka ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian bagi warga kurang mampu di ibu kota.

"Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 rumah," tegas Pramono Anung di hadapan wartawan. Ia menjelaskan bahwa renovasi satu unit rumah membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 hingga Rp 55 juta dengan waktu pengerjaan rata-rata tiga minggu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Distribusi dan Mekanisme Program yang Transparan

Dari 26 rumah yang telah selesai direnovasi, distribusinya tersebar di berbagai wilayah DKI Jakarta:

  • 10 rumah di Jakarta Pusat
  • 4 rumah di Jakarta Barat
  • 11 rumah di Jakarta Selatan
  • 1 rumah di Jakarta Utara

Pramono berbagi pengalaman langsung berdialog dengan salah satu penerima manfaat, Bu Atun (73 tahun). "Selama tiga minggu diberikan tempat untuk ngekos, dan tiga minggu selesai. Rumah ini sangat bermanfaat bagi beliau dan keluarga," ujar Pramono dengan penuh haru.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Perluasan Jangkauan

Gubernur DKI Jakarta menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih luas untuk program ini. Ia meminta Baznas dan Bazis DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar program bedah rumah dapat menjangkau semua kalangan tanpa memandang agama.

"Saya meminta kepada penyelenggara terutama Baznas Bazis berkolaborasi dengan BUMD, BUMN, untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan bedah rumah ini," tegas Pramono.

Pada pelaksanaan saat ini, beberapa pihak telah terlibat aktif:

  1. Dari BUMD: PAM Jaya dan Dharma Jaya
  2. Dari BUMN: Pertamina dan Pegadaian
  3. Dari swasta: Toko Marin dan PT Malahayati

Transparansi dan Pemanfaatan Dana Zakat yang Optimal

Pramono Anung menjelaskan bahwa program bedah rumah ini juga menjadi wujud transparansi dalam pemanfaatan dana zakat. "Supaya dana yang terkumpul dari Baznas, Bazis itu betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung," ujarnya.

Selain untuk renovasi rumah, dana zakat juga dimanfaatkan untuk berbagai program sosial lainnya seperti pemutihan ijazah dan bantuan berobat bagi warga kurang mampu.

Data Historis dan Kriteria Penerima Manfaat

Program bedah rumah di DKI Jakarta telah berjalan sejak tahun 2019. Data menunjukkan bahwa periode 2019-2025 telah mencakup 3.509 penerima manfaat dengan komposisi berdasarkan agama:

  • 3.494 masyarakat beragama Islam
  • 3 masyarakat beragama Katolik
  • 5 masyarakat beragama Kristen
  • 7 masyarakat beragama Budha

Program ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu dengan kondisi rumah rusak parah yang membutuhkan perbaikan mendasar. Kriteria ini memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan perbaikan kondisi hunian.

Dengan target 663 unit rumah tahun ini, program bedah rumah di DKI Jakarta diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup warga ibu kota, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan dan memiliki keterbatasan dalam memperbaiki tempat tinggalnya sendiri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga