Pramono Anung Minta Program Bedah Rumah DKI Jakarta Inklusif untuk Semua Agama
Pramono Anung: Program Bedah Rumah DKI Harus Inklusif Semua Agama

Pramono Anung Desak Program Bedah Rumah DKI Jakarta Lebih Inklusif untuk Semua Agama

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas meminta agar program bedah rumah yang dijalankan di ibu kota dapat diakses secara merata oleh masyarakat dari semua latar belakang agama. Permintaan ini disampaikan langsung saat penyerahan simbolis 26 unit rumah hasil program bedah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026).

Kolaborasi Multi Pihak untuk Perluasan Jangkauan

Pramono menekankan bahwa program perbaikan rumah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta dukungan dari sektor swasta. "Saya meminta kepada penyelenggara, terutama Baznas Bazis, untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN agar semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini," tegas Pramono dalam kesempatan tersebut.

Beberapa perusahaan yang terlibat aktif dalam program ini antara lain:

  • PAM Jaya dan Dharma Jaya dari BUMD
  • Pertamina dan Pegadaian dari BUMN
  • Berbagai pihak swasta lainnya

Transparansi dan Target Perluasan Program

Gubernur juga menekankan pentingnya transparansi dalam pemanfaatan dana yang dihimpun melalui Baznas Bazis. "Supaya dana yang terkumpul di Baznas Bazis betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung," ujar Pramono. Ia berharap kolaborasi berbagai pihak ini dapat memperluas jangkauan program sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu.

Menurut data yang disampaikan Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta Akhmad H Abu Bakar, program bedah rumah telah menunjukkan perkembangan signifikan:

  1. Tahun 2025: 445 rumah telah diperbaiki
  2. Total hingga 2025: 3.509 unit rumah telah dibedah
  3. Target 2026: sekitar 600 rumah ditargetkan dapat diperbaiki

Komposisi Penerima Manfaat Berdasarkan Agama

Akhmad juga memberikan rincian komposisi penerima manfaat program bedah rumah berdasarkan agama hingga tahun 2025:

  • Islam: 3.440 penerima manfaat
  • Katolik: 3 penerima manfaat
  • Kristen: 5 penerima manfaat
  • Buddha: 7 penerima manfaat

Data ini menunjukkan bahwa meskipun program telah menjangkau berbagai agama, masih terdapat ruang untuk peningkatan inklusivitas yang lebih merata.

Detail Teknis dan Anggaran Program

Penyerahan simbolis 26 unit rumah tersebut tersebar di berbagai wilayah Jakarta:

  • Jakarta Pusat: 10 rumah
  • Jakarta Barat: 2 unit
  • Jakarta Selatan: 11 unit
  • Jakarta Utara: 1 unit

Pramono menjelaskan bahwa program perbaikan rumah ini memiliki anggaran sekitar Rp 50 juta hingga Rp 55 juta untuk setiap unit rumah. Proses renovasi ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar tiga minggu. "Anggaran yang dibutuhkan antara Rp 50 sampai dengan Rp 55 juta, dan terselesaikan selama tiga minggu," jelasnya.

Selama proses renovasi berlangsung, penghuni rumah difasilitasi dengan tempat tinggal sementara. Pramono memberikan contoh Ibu Atun (72 tahun), salah satu penerima manfaat yang selama tiga minggu renovasi diberikan fasilitas tempat kos sementara.

Program bedah rumah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga kurang mampu, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial dan menjaga harmoni antarumat beragama di ibu kota.