Presiden Prabowo Resmikan Satgas Akademik, Kampus Jadi Mitra Kebijakan Pemerintah
Prabowo Resmikan Satgas Akademik, Kampus Mitra Kebijakan

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pembentukan Satgas Akademik dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 yang digelar di Jakarta pada 28–29 Juni 2026. Forum ini dihadiri lebih dari 2.600 akademisi, mulai dari rektor, dekan, hingga guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kampus sebagai Mitra Aktif Pemerintah

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kampus harus menjadi mitra aktif pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset. "Kita ingin ilmu pengetahuan menjadi fondasi kebijakan nasional. Akademisi tidak boleh hanya berada di menara gading, tetapi harus turun langsung membantu negara," ujar Prabowo di hadapan peserta sarasehan.

Kehadiran Presiden selama dua hari penuh, baik di acara pembukaan maupun penutupan, menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menjadikan riset sebagai pilar utama pembangunan. Satgas Akademik ini akan bertugas sebagai mitra pemerintah dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang didasarkan pada data dan penelitian ilmiah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ambisi Besar Mengubah Wajah Kampus

Pertemuan Presiden Prabowo dengan ribuan akademisi ini menandai ambisi besar untuk mengubah wajah kampus di Indonesia. Selama ini, banyak riset akademik yang tidak terserap oleh pemerintah atau industri. Dengan adanya Satgas Akademik, diharapkan hasil penelitian dapat langsung diimplementasikan dalam kebijakan publik.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, menyambut positif inisiatif ini. "Ini adalah langkah maju yang luar biasa. Selama ini kami sering kesulitan menjembatani riset dengan kebijakan. Satgas ini akan menjadi jembatan yang efektif," katanya.

Dukungan Penuh dari Akademisi

Para akademisi yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan Satgas Akademik. Mereka berharap satgas ini dapat bekerja secara independen namun tetap terintegrasi dengan kebutuhan pemerintah. Guru besar ITB, Prof. Ir. Bambang Riyanto, menekankan pentingnya pendanaan riset yang memadai. "Kami siap berkontribusi, tetapi harus didukung anggaran yang cukup dan insentif bagi peneliti," ujarnya.

Sarasehan ini juga menghasilkan rekomendasi awal untuk prioritas riset nasional, termasuk ketahanan pangan, energi terbarukan, dan transformasi digital. Satgas Akademik akan mulai bekerja dalam waktu dekat dengan melibatkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga