Prabowo Pimpin Upacara Peresmian Bendungan di Lombok Barat
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan sebuah bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan tegas kepada para kepala daerah yang hadir, mulai dari gubernur hingga bupati, agar menjalankan kepemimpinan dengan penuh kebijaksanaan dan cinta kepada rakyat.
Pesan Keras: Jangan Berniat Memperkaya Diri
Prabowo mengingatkan bahwa jabatan publik bukanlah sarana untuk mencari kekayaan pribadi. Ia meminta para pemimpin daerah untuk menggunakan akal sehat dalam setiap kebijakan dan menjauhi niat menjadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. "Hindari niat jadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Hindari, jauhi pikiran dari niat seperti itu. Itu dosa yang paling jahat," tegasnya di hadapan para pejabat setempat.
Cinta Rakyat sebagai Dasar Kepemimpinan
Presiden menekankan bahwa dasar kepemimpinan haruslah cinta kepada rakyat. "Saya titip NTB, pimpinannya, para gubernur, bupati, pimpinlah dengan arif, dengan baik. Pimpinlah dengan cinta kepada rakyat. Dasarnya adalah demikian cintai rakyatmu, urus rakyatmu," ujar Prabowo. Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin adalah pelayan rakyat, bukan sebaliknya.
Kritik terhadap Penentang Program B50
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyentuh isu energi, khususnya program B50 (biodiesel 50 persen). Ia menyinggung pihak-pihak yang menentang program tersebut, dengan menuduh mereka lebih memilih impor dan mengambil komisi. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari kritik terhadap kepentingan yang menghambat kemandirian energi nasional.
Prabowo menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa pemimpin harus melayani rakyat, bukan membuat rakyat semakin susah. "Jangan lupa, saudara pemimpin adalah untuk melayani rakyat, bukan untuk membuat rakyat lebih susah," pungkasnya.



