Prabowo Akui Gaji Guru dan PNS Kurang Baik, Komisi X DPR Dorong Minimal Rp5 Juta
Prabowo Akui Gaji Guru Kurang Baik, Komisi X Dorong Rp5 Juta

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) masih belum memadai. Pengakuan ini disampaikan di tengah sorotan terhadap besarnya kebocoran keuangan negara yang mencapai Rp2.500 triliun per tahun. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menegaskan bahwa pihaknya telah menghitung dan menetapkan angka ideal untuk kesejahteraan guru, yaitu minimal Rp5 juta per bulan.

Komisi X DPR: Gaji Guru Minimal Rp5 Juta

Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026), Lalu Hadrian menyatakan, "Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru." Ia menambahkan bahwa meskipun gaji guru sebenarnya mengalami kenaikan, peningkatan tersebut belum optimal. "Sebenarnya kalau nggak naik itu enggak juga, naik. Tetapi memang tidak atau belum optimal. Nah, tentu Presiden ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintah hari ini sedang memformulakan besaran gaji guru yang ideal," ujarnya.

Lalu menegaskan bahwa Komisi X terus mendorong agar gaji guru benar-benar naik sesuai perhitungan yang layak. Ia mengungkapkan bahwa dalam postur anggaran 2027, pemerintah telah menunjukkan itikad baik dengan mempersiapkan anggaran untuk kenaikan gaji dan tunjangan guru, baik bagi ASN maupun non-ASN. "Kami sudah melihat di postur anggaran 2027 ada itikad baik dari pemerintah untuk mempersiapkan anggaran dalam rangka kenaikan gaji guru dan tunjangan guru, baik yang ASN maupun non-ASN," tuturnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prabowo: Uang Negara Bocor Rp2.500 Triliun per Tahun

Pernyataan Prabowo mengenai gaji guru dan PNS disampaikan saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan penyebab rendahnya gaji aparatur negara. "Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara," kata Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa pihaknya telah melibatkan para ahli untuk menghitung total kerugian negara akibat kebocoran kekayaan negara. Angka yang dihasilkan sangat fantastis. "Kebocoran kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar (USD) tiap tahun, Rp2.500 triliun tiap tahun, saudara-saudara sekalian. Dan ini sedang saya perbaiki semua," ujarnya.

Prabowo Syok dengan Besarnya Kerugian Negara

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku sedih mengetahui bahwa kekayaan negara tidak dinikmati untuk kepentingan negara. Ia menyebut hal ini sebagai kelalaian berbagai pihak. "Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama," ujarnya.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga kekayaan negara demi kepentingan rakyat selama masa kepemimpinannya. Pernyataan ini disambut positif oleh Komisi X DPR yang melihat adanya keseriusan pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan guru melalui formulasi anggaran yang lebih baik. Lalu Hadrian optimistis bahwa dengan persiapan anggaran 2027, kenaikan gaji guru akan terealisasi sesuai harapan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga