Dedikasi Pendamping PKH: Jihad Data di Bulan Ramadan untuk Akurasi Bantuan Sosial
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memainkan peran strategis dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagai ujung tombak di lapangan, mereka bertugas melakukan validasi dan verifikasi data, serta menjangkau warga yang selama ini luput dari intervensi negara, sering disebut sebagai the invincible people.
Perjuangan Tanpa Henti di Bulan Suci
Dalam kondisi berpuasa selama Ramadan, verifikasi ke lapangan tidak serta merta berhenti dilakukan oleh para pendamping. Justru, momen ini menjadi pengingat untuk menoleh kepada masyarakat yang belum terbawa dalam proses pembangunan, melalui penguatan akurasi data, sehingga bantuan sosial dapat tepat sasaran.
Salah satu cerita perjuangan 'jihad data' datang dari Esti Kiki Riski Sukran (36), yang akrab dipanggil Kiki. Ia merupakan pendamping PKH yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
"Selama bulan Ramadan, saya tetap melaksanakan pemutakhiran DTSEN seperti biasa. Kegiatan ini tetap berjalan seperti biasa, karena pemutakhiran data sangat penting untuk memastikan bahwa data penerima bantuan sosial selalu akurat, dan sesuai dengan kondisi terbaru," kata Kiki dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Proses Pemutakhiran Data dengan Home Visit
Kiki mengungkapkan bahwa hingga pertengahan bulan Ramadan, setidaknya telah memutakhirkan data 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Kadia dan Kelurahan Pondambea. "Saya telah melakukan pemutakhiran data sekitar 10 KPM, melalui kunjungan langsung ke rumah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiki menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data dilakukan dengan cara melakukan home visit atau kunjungan langsung ke rumah KPM. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi penerima manfaat melalui wawancara dan observasi terkait:
- Kondisi keluarga
- Pekerjaan
- Kepemilikan aset
- Perubahan kondisi rumah tangga
"Selain itu, dilakukan juga pengecekan dokumen pendukung serta mencocokkan data yang ada di sistem dengan kondisi aktual di lapangan," imbuhnya.
Respons Positif dan Kendala yang Dihadapi
Secara umum, Kiki menuturkan bahwa KPM memberikan respons yang baik dan kooperatif saat dilakukan home visit. Hal ini ditunjukkan dengan kesediaan memberikan informasi yang diperlukan serta menyampaikan kondisi terbaru keluarga mereka. "Sebagian juga merasa senang, karena merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam proses pembaruan data," papar Kiki.
Di samping respons positif, Kiki juga mengaku terdapat beberapa kendala dalam proses pemutakhiran data. Beberapa di antaranya meliputi:
- Keterbatasan waktu karena aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan cukup padat
- Beberapa penerima manfaat tidak berada di rumah saat dilakukan kunjungan
- Cuaca yang panas dan kondisi berpuasa juga menjadi tantangan tersendiri
Namun, kendala-kendala tersebut tidak menghentikan perjuangan Kiki, karena pemutakhiran data sangat penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. "Dengan adanya pemutakhiran data secara berkala, perubahan kondisi ekonomi keluarga dapat terdeteksi, sehingga penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran," ungkapnya.
Pentingnya Verifikasi Langsung untuk Kebijakan Masa Depan
Kiki menambahkan bahwa pemutakhiran data sangat efektif untuk memperbaiki data yang sebelumnya kurang akurat atau sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini. Melalui proses verifikasi langsung di lapangan, data dapat diperbaiki sehingga lebih valid dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan ke depan.
"Harapan saya ke depan, proses pemutakhiran data dapat terus dilakukan secara berkala dengan dukungan sistem yang lebih baik. Dengan demikian data kesejahteraan sosial akan semakin akurat dan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran," pungkasnya.
Dedikasi para pendamping PKH seperti Kiki menunjukkan komitmen dalam memastikan bahwa bantuan sosial pemerintah mencapai mereka yang paling membutuhkan, bahkan di tengah tantangan bulan Ramadan.
