Kemensos dan BPS Percepat Pemutakhiran DTSEN untuk Penyaluran Bansos Lebih Cepat
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) sedang menggenjot upaya percepatan siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi penerima bantuan sosial (bansos) reguler. Langkah strategis ini difokuskan pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, dengan tujuan utama memastikan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat waktu dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Percepatan Jadwal Pemutakhiran Data
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa biasanya data DTSEN diterima pada tanggal 20 di setiap triwulan pertama, kedua, dan ketiga. Namun, dalam upaya peningkatan efisiensi, jadwal ini telah dimajukan menjadi tanggal 10 setiap triwulan. "Alhamdulillah, kami majukan penerimaan data menjadi tanggal 10, dimulai pada 10 April mendatang dan seterusnya. Hasil pemutakhiran ini akan menjadi pedoman utama untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," jelas Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya.
Dengan diperolehnya hasil pemutakhiran DTSEN lebih awal, Kemensos menargetkan peningkatan signifikan dalam penyaluran bansos kepada penerima manfaat. "Dengan waktu yang lebih banyak untuk penyaluran, kami harap persentase penyalurannya terus meningkat," tambahnya. Pada triwulan pertama tahun 2026, capaian penyaluran PKH dan Program Sembako telah melampaui 96 persen, menunjukkan kinerja yang positif.
Mekanisme Penyaluran dan Target Triwulan Kedua
Gus Ipul menjelaskan bahwa penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur utama: perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Untuk triwulan kedua tahun 2026, dia memastikan bahwa kualitas DTSEN akan semakin solid, dengan target penyaluran bansos pada periode April, Mei, dan Juni dapat dilaksanakan tepat waktu dan diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.
Selain itu, Gus Ipul mengingatkan penerima manfaat bansos agar menggunakan bantuan secara bijak sesuai peruntukannya. Dia juga mendorong partisipasi aktif dalam program pemberdayaan sosial, "Kami mengajak secara bertahap untuk ikut dalam program pemberdayaan, sehingga keluarga penerima manfaat dapat lebih mandiri, sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Konsolidasi Data oleh BPS
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan konsolidasi data untuk persiapan pemutakhiran DTSEN triwulan kedua tahun 2026. Data ini nantinya akan menjadi acuan dasar bagi Kemensos dalam menyalurkan bansos. "Kami melakukan konsolidasi data untuk persiapan DTSEN yang harus diserahkan di triwulan II 2026, sebagai basis penyaluran bansos," tutur Amalia.
Upaya kolaborasi antara Kemensos dan BPS ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan distribusi bantuan sosial, mendukung kesejahteraan masyarakat secara lebih efektif dan berkelanjutan.



