Rencana Pembangunan 37 Sekolah Nasional Terintegrasi
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan rencana pembangunan 37 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Dari jumlah tersebut, 17 sekolah sudah mulai menerima siswa baru pada tahun 2026, sementara 20 sekolah lainnya akan menyusul pada tahun 2027. Sekolah-sekolah ini mencakup jenjang SMP dan SMA.
Integrasi Lebih dari Sekadar Bangunan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa konsep integrasi dalam SNT tidak hanya terbatas pada penyatuan jenjang pendidikan dan bangunan fisik. "Integrasi juga mencakup pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan penjaminan mutu," ujarnya dalam keterangan resmi. Menurutnya, pendekatan holistik ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
Dampak dan Harapan
Dengan adanya SNT, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pendidikan secara merata. Integrasi jenjang SMP dan SMA dalam satu lokasi memungkinkan transisi belajar yang lebih mulus bagi siswa. Selain itu, pemanfaatan fasilitas bersama seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang olahraga dapat mengoptimalkan anggaran. Program pembinaan karakter dan pengembangan talenta juga dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional. Dengan total 37 sekolah yang akan beroperasi dalam dua tahun ke depan, pemerintah optimistis dapat menjangkau lebih banyak siswa di berbagai daerah. Abdul Mu'ti menambahkan, "Kami berharap SNT dapat menjadi model sekolah unggulan yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21."



