Mendagri Tito Dorong Sumut Pacu Ekonomi dengan APBD Efektif dan Kendalikan Inflasi
Mendagri Dorong Sumut Optimalkan APBD & Kendalikan Inflasi

Mendagri Tito Karnavian Dorong Sumut Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi dengan Strategi Data dan APBD

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui perencanaan berbasis data, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang efektif, serta pengendalian inflasi yang konsisten. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumut Tahun 2027 di Hotel Santika Dyandra Medan, Sumatera Utara.

Pertumbuhan Ekonomi sebagai Indikator Utama Kemajuan Daerah

Tito menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam menilai kemajuan suatu daerah. Meskipun kinerja ekonomi Sumatera Utara tergolong baik, angkanya masih berada di bawah rata-rata nasional, sehingga perlu ditingkatkan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang rendah hanya akan menghasilkan perubahan terbatas, sementara pertumbuhan yang lebih tinggi dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi ini angka yang sangat penting dan harus dikuasai oleh seluruh kepala daerah. Karena komponennya banyak, tanya BPS, Badan Pusat Statistik kabupaten/kota," ujar Tito dalam keterangan tertulis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perencanaan Berbasis Data untuk Identifikasi Masalah

Dalam arahannya, Tito menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia meminta pemerintah daerah memanfaatkan data secara detail untuk mengidentifikasi permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan antarwilayah. Melalui pendekatan ini, program pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran, termasuk dalam mendorong investasi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Pengelolaan APBD sebagai Stimulus Ekonomi

Tito menjelaskan bahwa pengelolaan APBD menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Belanja pemerintah berperan strategis sebagai stimulus ekonomi, sehingga realisasi anggaran harus dilakukan secara optimal agar uang dapat beredar di masyarakat dan menggerakkan sektor swasta. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi tanpa membebani masyarakat.

"Kalau swastanya nggak hidup jangan pernah berpikir negara itu, daerah itu akan melompat maju, nggak akan mungkin, kenapa? Karena belanja pemerintah nggak sanggup untuk membuat lompatan-lompatan ini," tegas Tito.

Pengendalian Inflasi untuk Stabilitas Ekonomi

Di sisi lain, Tito menyoroti pentingnya pengendalian inflasi sebagai bagian dari stabilitas ekonomi. Inflasi berpengaruh terhadap biaya hidup masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Kenaikan harga kebutuhan pokok dapat memicu keresahan sosial jika tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta aktif memantau harga dan memastikan ketersediaan barang di pasar.

"Kalau kita bicara biaya hidup penting, apa jawabannya? Jaga stabilitas harga yaitu jaga indikator inflasi," pungkas Tito.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Sumatera Utara dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya dan berkontribusi lebih besar terhadap kemajuan nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga