Jakarta - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyerukan kepada seluruh elite bangsa, termasuk akademisi dan pengamat, untuk tetap kompak dan bersatu di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Pernyataan ini disampaikan usai dirinya mengikuti rapat sambil makan siang bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Evaluasi Program Prioritas
Dalam pertemuan tersebut, Aris dan Presiden Prabowo membahas evaluasi terhadap program-program prioritas yang telah berjalan. Aris mengungkapkan bahwa pertemuan berlangsung santai namun produktif. "Ya, kita tadi makan bersama, ya makan siang bersama dengan Bapak Presiden. Ya mengevaluasi lah segala apa yang sudah berjalan program-program saat ini seperti itu," ujarnya kepada wartawan.
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
Aris menyoroti capaian positif perekonomian nasional. Ia menyebutkan bahwa program-program yang dijalankan oleh Presiden Prabowo telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara year-on-year. Angka ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa kebijakan yang diterapkan berjalan efektif. "Dan Alhamdulillah ya, sampai dengan saat ini juga sudah di-announce ya oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita year-on-year 5,61%. Ya artinya seluruh program Bapak Presiden ya sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, Alhamdulillah," jelasnya.
Kritik yang Konstruktif
Di tengah keberhasilan tersebut, Aris mengingatkan para elite bangsa, terutama akademisi dan pengamat, untuk menyampaikan kritik dengan cara yang tepat dan membangun. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu membuka ruang dialog dan komunikasi dengan publik. "Dan saya mengharap ya kepada seluruh elit bangsa saat ini ya apalagi para akademisi ya, itu para pengamat ya, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, ya berdemokrasi, berdiskusi ya," tuturnya.
Aris juga membedakan antara kritik, penghinaan, dan provokasi. "Silakan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik ya. Ada kritik, ada penghinaan, ada provokasi. Nah, kita harus tahu masuk di sektor mana ya," lanjutnya.
Hindari Hal Sepele di Tengah Situasi Global
Kepala Bappisus menekankan bahwa Indonesia saat ini sedang fokus membangun di tengah situasi perang dunia yang tidak menentu. Ia meminta agar elite bangsa tidak terganggu oleh hal-hal sepele yang dapat menghambat pembangunan. "Bangsa kita sedang sibuk membangun dengan situasi perang dunia saat ini. Alhamdulillah ya semuanya ekonomi dalam keadaan baik ya. Jangan direcoki dengan hal-hal yang remeh temeh, yang sepele ya. Gitu, marilah kita sama-sama kompak lah apalagi elite-nya ya," pungkasnya.
Pernyataan Aris ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu dan fokus pada tujuan bersama, terutama dalam menghadapi dinamika global yang penuh tantangan.



