Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) pada Jumat (3/7/2026) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai 60.000 calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang meskipun telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Pihak kementerian menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, bukan data tahun 2026.
Proses SNPMB 2026 Masih Berlangsung
Kemendikti saintek menjelaskan bahwa proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026 saat ini masih berlangsung dan belum selesai. Oleh karena itu, data terkait pendaftaran dan daftar ulang untuk tahun 2026 belum dapat dipublikasikan secara final. Masyarakat diimbau untuk tidak keliru memahami informasi yang beredar.
Dua Indikator Berbeda dalam Penerimaan Mahasiswa
Menurut Kemendikti saintek, angka 60.000 tidak dapat dipahami sebagai satu data tunggal mengenai peserta yang tidak melakukan daftar ulang. Sebab, terdapat dua indikator yang berbeda dalam proses penerimaan mahasiswa baru, yaitu indikator peserta yang diterima namun tidak mendaftar ulang dan indikator peserta yang mengundurkan diri setelah daftar ulang. Kedua indikator ini seringkali dicampuradukkan sehingga menimbulkan misinterpretasi.
“Data 60.000 itu adalah hasil evaluasi tahun 2025 yang mencakup total peserta yang tidak melanjutkan ke tahap daftar ulang dari berbagai jalur seleksi. Untuk tahun 2026, proses masih berjalan dan kami akan mengumumkan data resmi setelah seluruh tahapan selesai,” ujar juru bicara Kemendikti saintek.
Evaluasi Sebagai Bahan Perbaikan
Evaluasi tahun 2025 tersebut digunakan sebagai bahan perbaikan sistem penerimaan mahasiswa baru di tahun-tahun berikutnya. Kemendikti saintek terus berupaya meningkatkan transparansi dan akurasi data agar calon mahasiswa dan orang tua mendapatkan informasi yang tepat. Masyarakat diharapkan menunggu pengumuman resmi dari kementerian terkait data SNPMB 2026.



