Kompas.com - Kesenjangan antara teori yang diajarkan di ruang kuliah dan kebutuhan nyata di dunia industri masih menjadi tantangan besar bagi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan membuka akses yang lebih setara terhadap peluang ekonomi digital, Kementerian Agama Republik Indonesia dan Pijar Foundation berkolaborasi mengintegrasikan program inovasi talenta.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
Pijar Foundation dan Kementerian Agama Republik Indonesia telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama yang mengintegrasikan program Future Talent Hub dengan PRIMA (Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics) Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Integrasi kedua program ini dirancang untuk membangun jalur kesiapan kerja yang lebih utuh bagi mahasiswa PTKI.
Program Terintegrasi
Program ini mencakup beberapa komponen utama, yaitu pembelajaran berbasis kebutuhan industri, pendampingan mentor, asesmen melalui proyek dan studi kasus, serta pengalaman magang yang terstruktur. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan dunia kerja.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi program serupa di masa depan, sehingga semakin banyak mahasiswa PTKI yang siap bersaing di era digital. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.



