Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa tidak semua rute Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian tarif. Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan kenaikan tarif secara menyeluruh.
Penyesuaian Tarif Hanya pada Rute Tertentu
Pramono menjelaskan bahwa hanya rute-rute tertentu yang akan mengalami penyesuaian tarif. Salah satu contohnya adalah rute Blok M di Jakarta Selatan menuju Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Namun, ia belum merinci secara detail rute dan tarif yang akan diterapkan.
“Jadi, saya ingin menjelaskan, karena sudah di beberapa media itu mengutipnya menurut saya tidak proper, terutama untuk Transjabodetabek, seakan-akan akan mengalami kenaikan Rp10 ribu sampai dengan Rp15 ribu. Tidak semua Transjabodetabek itu akan mengalami kenaikan yang seperti itu,” kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (11/6).
Penyesuaian Tidak Akan Memberatkan Masyarakat
Pramono berjanji bahwa penyesuaian tarif tersebut tidak akan memberatkan masyarakat, baik di Jakarta maupun di daerah penyangga. Ia menekankan bahwa prioritas utama bukanlah perubahan harga, melainkan kenyamanan dan kepuasan warga dalam menggunakan layanan Transjabodetabek.
“Sekali lagi, bagi saya, yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga, tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman, lebih menikmati TransJabodetabek,” ungkap Pramono.
Konektivitas Tinggi, Pengguna Masih Rendah
Saat ini, konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen. Namun, angka pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen. Bertepatan dengan HUT ke-499 Kota Jakarta, Pramono berharap angka pengguna transportasi umum dapat meningkat.
Peluang Penambahan Golongan Gratis
Sebelumnya, Pramono membuka peluang untuk menambah golongan baru dalam 15 golongan gratis transportasi umum di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengampanyekan pemanfaatan golongan gratis ini untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
Pramono juga berjanji akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh penyesuaian tarif Transjabodetabek agar tidak mendorong warga kembali menggunakan kendaraan pribadi. Tarif akan disesuaikan berdasarkan jarak tempuh sehingga tidak membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.



