Hujan Deras Guyur Jakarta, 75 RT dan 19 Jalan Terendam Banjir
Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) pagi telah menyebabkan genangan atau banjir di sejumlah RT dan ruas jalan di ibu kota. Mengutip laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga pukul 08.00 WIB pada hari Minggu, tercatat sebanyak 75 RT dan 19 jalan tergenang air dengan ketinggian bervariasi.
Rincian Wilayah Terdampak
Berdasarkan data yang dirilis oleh BPBD Jakarta, berikut adalah distribusi genangan di setiap kota administrasi:
- Kota Administrasi Jakarta Barat: Terdapat 22 RT yang terdampak, dengan sebaran di beberapa kelurahan seperti Kedaung Kali Angke, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Ketinggian air berkisar dari 20 cm hingga 100 cm, dengan penyebab utama adalah curah hujan tinggi dan luapan kali.
- Kota Administrasi Jakarta Selatan: Sebanyak 22 RT mengalami genangan, meliputi kelurahan Cilandak Barat, Cipete Utara, Petogogan, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur. Ketinggian air mencapai hingga 170 cm di beberapa titik, akibat curah hujan tinggi dan luapan kali seperti Kali Krukut dan Kali Mampang.
- Kota Administrasi Jakarta Timur: Menjadi wilayah dengan dampak terbesar, dengan 31 RT tergenang, terutama di Kelurahan Halim Kampung Melayu dan Halim Perdana Kusuma. Ketinggian air bervariasi dari 25 cm hingga 130 cm, disebabkan oleh curah hujan yang intens.
Daftar Jalan Tergenang
Selain RT, sebanyak 19 ruas jalan juga terendam banjir, dengan ketinggian air antara 10 cm hingga 120 cm. Beberapa jalan yang terdampak antara lain:
- Jl. Srengseng Raya, Kel. Srengseng
- Jl. Daan Mogot, KM 13, Kel. Rawa Buaya
- Jl. Perumahan Green Garden (MCD), Kel. Kedoya Utara
- Jl. Meruya Selatan, Kel. Meruya Selatan
- Jl. Daan Mogot (Depan Victoria), Kel. Cengkareng Timur
- Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke
- Jl. Kapten Pierre Tendean, Kel. Kuningan Barat
- Jl. Cileduk Raya (Seskoal), Kel. Cipulir
- Jl. Cileduk Raya (Kolong ITC), Kel. Cipulir
- Jl. Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kel. Ulujami
- Jl. Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kel. Pesanggrahan
- Jl. Beo, Kel. Pesanggrahan
- Jl. Swadarma Raya, Kel. Ulujami
- Jl. Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni), Kel. Kedoya Selatan
- Jl. Kramat Raya, Kel. Tugu Utara
- Jl. Rawa Indah RT 003 RW 003, Kel. Pegangsaan Dua
- Jalan Karet Pasar Baru Barat I, Kel. Karet Tengsin
- Jalan Petamburan II, Kel. Petamburan
- Jalan Bendungan Hilir, Kel. Bendungan Hilir
Upaya Penanganan oleh BPBD DKI Jakarta
Sebagai respons terhadap kondisi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor genangan di setiap wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Upaya ini dilakukan bersama dengan lurah dan camat setempat, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir.
BPBD Jakarta menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat. "Sebagai imbauan, kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," demikian pernyataan resmi dari BPBD Jakarta.
Penyebab dan Imbauan
Penyebab utama genangan dan banjir ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak Sabtu malam. Kondisi ini diperparah oleh luapan kali di beberapa wilayah, seperti Kali Bendungan Kali Pelopor di Jakarta Barat dan Kali Krukut di Jakarta Selatan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan banjir, terutama mengingat prediksi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Jakarta hingga 12 Maret 2026.
Insiden ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah urban seperti Jakarta yang rentan terhadap banjir. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak negatif dapat diminimalkan.



