Mensos Gus Ipul Tunda Kegiatan Seremonial dan Belanja untuk Efisiensi Anggaran
Gus Ipul Tunda Kegiatan Seremonial Demi Efisiensi Anggaran

Mensos Gus Ipul Tunda Kegiatan Seremonial dan Belanja untuk Efisiensi Anggaran

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan efisiensi anggaran. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak konflik Timur Tengah yang mempengaruhi kondisi keuangan negara.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa pihaknya akan menunda berbagai kegiatan yang bersifat seremonial serta belanja-belanja yang dinilai tidak prioritas. Hal ini disampaikan dalam rapat internal di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Fokus pada Penghematan Teknis dan Program Mendesak

Menurut Gus Ipul, efisiensi anggaran akan menyasar aspek-aspek teknis di lingkungan kantor, seperti penggunaan AC, alat tulis kantor (ATK), dan intensitas rapat. Dia mencontohkan pengalaman tahun lalu, di mana penghematan listrik berhasil menekan biaya hingga Rp 1 miliar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Itu baru dari listrik saja, belum lagi dari aspek lainnya. Kami akan menyesuaikan langkah-langkah ini secara bertahap," ujarnya. Anggaran yang berhasil dihemat akan dialihkan untuk program-program yang lebih mendesak, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat.

Prioritas pada Bantuan Sosial dan Mitigasi Dampak Global

Gus Ipul menegaskan bahwa fokus utama Kementerian Sosial adalah program bantuan sosial (bansos), baik reguler maupun kebencanaan, serta respons cepat untuk keluarga yang membutuhkan. Dia juga menyoroti kesiapan pemerintah dalam mitigasi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok akibat situasi global dan efisiensi BBM.

"Tahun lalu, kami melakukan penebalan bansos dan penambahan jumlah penerima manfaat. Ini menunjukkan komitmen luar biasa Presiden terhadap program perlindungan nasional," tegasnya. Skema serupa diharapkan dapat diterapkan kembali untuk meringankan beban masyarakat.

Rencana Work From Home dan Kelanjutan Sekolah Rakyat

Selain efisiensi anggaran, Gus Ipul membahas rencana penerapan skema Work From Home (WFH) di Kemensos. Saat ini, pihaknya sedang melakukan simulasi satu hari dalam seminggu untuk membagi waktu antara WFO (Work From Office) dan WFA (Work From Anywhere), tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.

Sementara itu, program Sekolah Rakyat dipastikan tetap berjalan normal secara luring (offline) karena sistemnya yang berasrama. "Belum ada rencana untuk hybrid. Sekolah Rakyat jalan terus, anak-anak sudah kembali masuk," kata Gus Ipul. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung stabilitas fiskal sambil memastikan kesejahteraan rakyat tetap terjaga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga