Gus Ipul Perkuat Pemberdayaan Sosial, Didukung Bappenas dan Kemenkeu
Gus Ipul Perkuat Pemberdayaan Sosial, Didukung Bappenas

Gus Ipul Perkuat Pemberdayaan Sosial, Didukung Bappenas dan Kemenkeu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) kini berfokus pada penguatan program pemberdayaan sosial sebagai strategi utama untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Pergeseran paradigma ini, dari sekadar penyaluran bantuan sosial (bansos) menuju pemberdayaan berkelanjutan, bertujuan memastikan keluarga penerima manfaat (KPM) dapat mandiri dan naik kelas secara ekonomi.

Rapat Tingkat Menteri Bahas Alokasi Anggaran

Dalam Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026), Gus Ipul menyampaikan komitmennya untuk memperkuat pemberdayaan sosial. Ia meminta arahan terkait kemungkinan penambahan atau realokasi anggaran guna mendukung program tersebut. "Memang tahun ini kita benar-benar memperkuat pemberdayaan ini. Kami mohon arahan, apakah kami bisa menambah anggaran atau mengalihkan dari anggaran yang sudah ada," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan dukungan lintas kementerian terhadap inisiatif Kemensos.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Transformasi Utama Mandat Presiden

Gus Ipul menjelaskan bahwa perubahan paradigma ini berpijak pada tiga transformasi utama yang dimandatkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Kemensos. Pertama, transformasi data dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menekankan pentingnya data yang akurat dan pemutakhiran berkala untuk memastikan bansos tepat sasaran. "Insyaallah dengan pemutakhiran yang berkelanjutan, sinergi, data kita akan makin akurat," tambahnya.

Kedua, pemberdayaan melalui program Sekolah Rakyat, yang tidak hanya fokus pada penguatan keterampilan dan aset, tetapi juga menyediakan akses pendidikan gratis berkualitas bagi keluarga kurang mampu. Ketiga, transformasi praktik di lapangan agar bansos benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata. "Ini yang dititipkan kepada kami oleh Bapak Presiden. Semua sumber daya yang kami miliki, kami arahkan ke sana," jelas Gus Ipul.

Dukungan Penuh dari Bappenas dan Kemenkeu

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyambut baik rencana tersebut, dengan menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bansos, tetapi harus diiringi program pemberdayaan berbasis produktivitas. "Pemberdayaan ini sebenarnya productivity based poverty alleviation. Karena pengentasan kemiskinan itu enggak bisa dengan charity, harus berbasiskan produktivitas," ungkap Suahasil.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan dukungan penuh Bappenas terhadap Kemensos. Ia menyatakan bahwa data akurat adalah kunci dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat. "Kami akan selalu mendukung Kementerian Sosial karena mereka di ujung tombak mengatasi persoalan dasar bangsa. Ini langkah awal untuk perbaikan, termasuk strategi penebalan pemberdayaan ekonomi," kata Rachmat.

Koordinasi Lintas Kementerian

Gus Ipul menambahkan bahwa Kemensos akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan BPS untuk menindaklanjuti penguatan program pemberdayaan sosial. Turut mendampingi dalam rapat tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, serta para direktur jenderal di lingkungan Kemensos, menunjukkan keseriusan dalam implementasi kebijakan ini.

Dengan dukungan kuat dari Bappenas dan Kemenkeu, langkah Gus Ipul dalam memperkuat pemberdayaan sosial diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia, menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan produktif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga