Gus Ipul Tegaskan Data Penerima Bansos Dinamis, Perlu Pembaruan Rutin
Gus Ipul: Data Penerima Bansos Dinamis, Perlu Pembaruan Rutin

Gus Ipul Tegaskan Data Penerima Bansos Dinamis, Perlu Pembaruan Rutin

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat. Ia menekankan pentingnya pembaruan data secara terus-menerus untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran dan menghindari adanya penerima yang terus-menerus mendapat bansos selama belasan tahun.

Perubahan Data dan Penyaluran Triwulanan

Dalam acara Inspirasi Bulan Suci yang diselenggarakan detikcom, Gus Ipul menjelaskan bahwa data penerima bansos bisa berubah dengan cepat karena berbagai faktor kehidupan, seperti kelahiran, kematian, pernikahan, atau perpindahan tempat tinggal. "Data itu pagi sama sore sudah berubah, kan ada yang meninggal, ada yang lahir, menikah, pindah tempat, naik kelas, turun kelas. Nah jadi teman-teman sekalian, data kita terus dinamis, maka penerima Bansos akhirnya dinamis," ujarnya.

Penyaluran bansos dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga ada kemungkinan seseorang menerima bantuan pada triwulan pertama, tetapi tidak pada triwulan berikutnya, atau sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh pembaruan data yang rutin dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos). "Kita itu menyalurkan bansosnya itu kan tiga bulan sekali, maka ada peluang di kesempatan pertama, triwulan pertama dapat, triwulan kedua tidak dapat, bisa jadi triwulan keempat tidak dapat. Kenapa? Mungkin karena meninggal, mungkin karena satu hal, atau dia naik kelas, atau mungkin dia turun kelas, akhirnya dapat, jadi dinamis," tambah Gus Ipul.

Hindari Demotivasi dengan Pembaruan Data

Gus Ipul mengkritik sistem lama di mana seseorang bisa menerima bansos secara terus-menerus selama 10 hingga 15 tahun tanpa pembaruan data. Ia menyebut hal ini dapat menimbulkan demotivasi, karena penerima cenderung menikmati bantuan tanpa upaya untuk mandiri. "Ada di dulu dalam data kami itu, orang lima belas tahun terus-menerus mendapat Bansos, Nah ini kan demotivasi, lima belas tahun loh dapat Bansos. Ada yang sepuluh tahun terus-menerus dapat Bansos, enggak ada pembaruan data dan juga ini demotivasi, jadi dia malah menikmati aja gitu," katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya pemberdayaan bagi penerima bansos yang berusia produktif. "Ini yang istimewa dari Bapak Presiden Prabowo bahwa harus ada pemberdayaan, tidak bisa hanya orang terima Bansos, terutama yang usia produktif ya, yang usia produktif harus maksimal lima tahun dia sudah bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri," jelas Gus Ipul.

Mekanisme Pembaruan dan Partisipasi Masyarakat

Sebagai contoh, data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan juga perlu diperbarui setiap bulan untuk memastikan ketepatan sasaran. Gus Ipul mengungkapkan bahwa Kemensos telah membuka saluran pelaporan bansos, seperti aplikasi Cek Bansos, Command Center 021 171, dan WA Lapor Bansos di nomor 08877171171. Melalui saluran ini, masyarakat dapat menyanggah atau mengusulkan jika merasa berhak sebagai penerima bansos.

"Setiap kita bisa berpartisipasi, setiap kita, siapa pun kita bisa berpartisipasi, apalagi wartawan, apalagi kepala desa, apalagi pegawai negeri atau ASN, siapapun dari kita bisa. Kenapa? Karena sesuai arahan Bapak Presiden kita membuka banyak saluran, agar semua keluhan, semua aspirasi, semua usul, semua sanggahan dari masyarakat itu bisa diwadahi, diproses, dan menghadirkan data yang akurat," tegasnya.

Proses verifikasi dan validasi usulan atau sanggahan dari masyarakat dilakukan dalam waktu paling lambat tiga bulan. Gus Ipul juga menjelaskan tentang exclusion error dan inclusion error dalam penyaluran bansos. "Exclusion error itu adalah orang yang seharusnya mendapatkan bantuan menjadi penerima manfaat, malah tidak dapat, itu namanya exclusion error. Orang yang mestinya tidak dapat malah dapat Bansos, itu namanya inclusion error, ini yang kita perkecil," ujarnya.

Dengan keterbukaan dan mekanisme yang ada, diharapkan kesalahan dalam penyaluran bansos dapat semakin diminimalisir. Acara Inspirasi Bulan Suci ini hadir untuk menyambut bulan suci Ramadan, dengan menghadirkan gagasan solutif dan nilai-nilai kebajikan dari tokoh-tokoh negeri.