Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana ambisius untuk menghubungkan sejumlah hotel mewah di kawasan Bundaran HI melalui jalur bawah tanah yang terintegrasi dengan Moda Raya Terpadu (MRT). Proyek ini akan menyambungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin Oriental, dan Hotel Indonesia Kempinski dalam satu koridor bawah tanah.
Konektivitas Bawah Tanah untuk Pejalan Kaki dan UMKM
Dalam pidatonya pada perayaan HUT DKI Jakarta ke-499 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6), Pramono menjelaskan bahwa jalur bawah tanah ini akan memungkinkan pejalan kaki untuk berpindah antarhotel tanpa harus menyeberang di permukaan jalan. "Termasuk di tempat ini, pasti saudara-saudara tidak membayangkan yang namanya Grand Hyatt dengan Pullman, dengan Mandarin, dengan Kempinski, sekarang di bawahnya sudah kita hubungkan. Nanti akan masuk ke MRT," ujar Pramono.
Selain sebagai akses pejalan kaki, ruang bawah tanah tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pramono mencontohkan praktik serupa di kota-kota besar dunia. "Di dalam ini nanti juga akan ada UMKM yang banyak seperti di kota-kota besar dunia," ucapnya.
Mengatasi Kemacetan dengan Transportasi Terintegrasi
Pramono juga menyoroti upaya Pemprov DKI dalam mengurangi kemacetan di Jakarta. Ia menyebut mobilitas harian sekitar empat juta orang dari wilayah penyangga seperti Bekasi, Bogor, Tangerang, Depok, dan Cianjur sebagai salah satu penyebab utama kemacetan. "Transportasi di Jakarta salah satu yang menyebabkan macet adalah ketika setiap hari orang datang kurang lebih empat juta. Sore hari kurang lebih empat juta kembali ke kediamannya masing-masing. Itulah yang sekarang diatur oleh Jakarta," tuturnya.
Sebagai solusi, Pemprov DKI menghadirkan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga. Rute yang tersedia antara lain Blok M-Bogor, Blok M-Soekarno Hatta, dan Blok M-Bekasi. "Kenapa? Itu supaya warga dari luar Jakarta, mereka bisa naik transportasi Transjabodetabek," kata Pramono.
Antusiasme Masyarakat dan Kebijakan Tarif Rp1
Pramono juga menyinggung kebijakan tarif transportasi umum Rp1 yang diberlakukan saat perayaan HUT ke-499 Jakarta. Awalnya tarif khusus ini hanya untuk penduduk Jakarta, tetapi karena antusiasme tinggi dari warga luar Jakarta, kebijakan diperluas untuk seluruh pemegang KTP Indonesia. "Problemnya adalah ketika ada kegiatan seperti ini, yang kita gratiskan kan kemarin penduduk Jakarta. Ternyata penduduk dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Cianjur, Depok, mereka minta gratis juga. Makanya hari ini semua yang ber-KTP Republik Indonesia kami gratiskan," tutur Pramono.



