Bupati Ipuk: Inovasi Banyuwangi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Bupati Ipuk: Inovasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Jakarta - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Upaya ini telah membawa Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten paling inovatif di Indonesia.

Banyuwangi Sabet Predikat Kabupaten Terinovatif

"Kami bersyukur Banyuwangi selama delapan tahun berturut-turut dinobatkan sebagai kabupaten terinovatif," ujar Ipuk dalam acara Sekar Agni, detikSore, Kamis (18/6/2026). Meski demikian, ia memastikan setiap inovasi yang dihadirkan dipilih secara selektif. Menurutnya, inovasi yang tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat tidak akan menjadi prioritas.

"Kalau kita bicara inovasi, kita tidak hanya bicara soal teknologi informasi atau aplikasi. Inovasi itu banyak bentuknya. Dalam inovasi ini, kita harus melihat apa yang nantinya bisa berdampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kalau kita hanya sekadar mampu membuat aplikasi, tetapi aplikasi itu ternyata tidak berdampak pada kesehatan masyarakat, berarti inovasi itu gagal. Atau misalnya kita membuat sebuah program, tetapi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka inovasi tersebut tidak begitu berdampak. Jadi kunci kami adalah bagaimana melakukan inovasi di semua sektor," tambahnya.

Teknologi Digital dan Sistem Jemput Bola

Dia menjelaskan salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penerapan teknologi digital untuk membantu pelayanan masyarakat di tingkat desa hingga kabupaten. "Kami juga menjadi daerah dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik terbaik. Jadi dari tingkat desa sampai kabupaten, kami sudah menggunakan teknologi digital dalam pelayanan masyarakat. Tetapi bagi kami, itu belum cukup," ungkapnya.

Untuk lebih memaksimalkan inovasi tersebut, Ipuk mengatakan pihaknya juga menerapkan sistem jemput bola. Sistem ini hadir untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan mengakses layanan digital karena berbagai faktor.

"Tidak cukup hanya dengan menggunakan digitalisasi. Karena di beberapa wilayah kami masih ada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan maupun pegunungan, sehingga kualitas sinyal belum memadai," jelasnya.

"Bahkan masih banyak masyarakat kami yang literasi digitalnya perlu ditingkatkan. Karena itu, selain memaksimalkan pelayanan melalui digitalisasi, kami juga melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung desa-desa," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga