Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, mengikuti kegiatan lari pagi di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program Transmigrasi Patriot 2026.
Sosialisasi Program Transmigrasi Patriot
AHY menyampaikan bahwa kegiatan lari pagi tersebut diikuti oleh para patriot yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi. "Pagi ini berlokasi di sekitar Bundaran HI, sambil menikmati Car Free Day, tadi kita berlari bersama para patriot yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi. Bersama Menteri Transmigrasi, Bapak Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Bapak Afriansyah Noor, dan tadi bersama ratusan patriot," ujar AHY kepada wartawan di lokasi.
Menurut AHY, program Transmigrasi Patriot merupakan program yang dapat memberikan masukan berharga bagi pemerintah. Ia menekankan bahwa turun langsung ke daerah bukanlah tugas yang mudah. Peran mahasiswa dalam melakukan penelitian di lapangan dinilai mampu memberikan perspektif kepada pemerintah untuk mengembangkan berbagai kawasan di daerah.
"Karena kita tahu banyak daerah yang membutuhkan atensi negara, termasuk dari sisi infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Sejatinya Kementerian Transmigrasi ini sebagai instrumen negara untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah," jelas AHY.
Program Melibatkan 1.458 Peneliti di 53 Kawasan
Mentrans Iftitah Sulaiman menambahkan bahwa program ini dilaksanakan oleh 1.458 peneliti di 53 kawasan transmigrasi. Fokus utama program ini adalah di kawasan Indonesia Timur dan sejumlah kawasan di Indonesia Barat. "Beberapa bagian di Indonesia Barat terkait dengan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kami meyakini akan menjadi sumber ekonomi baru," kata Iftitah.
Iftitah menyebutkan bahwa salah satu fokus program Transmigrasi Patriot adalah pengentasan kemiskinan, yang meliputi pengadaan air bersih, jalan, hingga jembatan. "Kami juga melakukan efisiensi anggaran. Yang tadinya hanya untuk penelitian, sekarang kami berikan budget untuk pengabdian masyarakat. Misalnya, sarana air bersih yang belum terbangun, kami lakukan pengadaan air bersih, jalan, dan jembatan," jelasnya.
Harapan Munculnya Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru
Iftitah berharap program ini dapat menghasilkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Ia mencontohkan keberhasilan durian dari Sulawesi Selatan yang kini diekspor ke China berkat hasil penelitian dari kegiatan Transmigrasi Patriot. "Bukti nyata adalah Sulawesi Selatan yang dulunya hanya kawasan transmigrasi menanam durian, tetapi berkat Transmigrasi Patriot, kami berhasil menghubungkan kawasan transmigrasi dengan pasarnya, yaitu di Tiongkok. Durian yang dulu dinikmati hanya lokal, sekarang diekspor. Suplai yang tersedia seimbang dengan permintaan yang meningkat, sehingga kesejahteraan petani meningkat 5 hingga 6 kali lipat," imbuhnya.



