Pemprov DKI Angkut 2.002 Ton Sampah, Targetkan Pasar Kramat Jati Bersih dalam 12 Hari
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan upaya intensif untuk membersihkan tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam kurun waktu empat hari terakhir, tepatnya periode 3-6 April 2026, sebanyak 2.002 ton sampah telah berhasil diangkut menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang.
Operasi Pengangkutan Intensif dengan 112 Rit Kendaraan
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengungkapkan bahwa pengangkutan sampah tersebut memerlukan 112 rit kendaraan yang dilakukan secara intensif. "Sejak 3 sampai 6 April, sudah ada 112 rit atau sekitar 2.002 ton sampah yang berhasil kami angkut ke TPST Bantar Gebang," jelas Agus pada Selasa, 7 April 2026.
Untuk mendukung percepatan ini, Perumda Pasar Jaya mengerahkan sekitar 20 truk sampah setiap hari dengan kapasitas angkut antara 10 hingga 20 ton. Armada yang digunakan terdiri dari:
- 14 unit truk sampah tipe besar
- 98 unit truk tronton
Penanganan sampah ini juga melibatkan pihak swasta untuk mempercepat proses pengangkutan. Agus menargetkan penanganan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati dapat diselesaikan dalam waktu 12 hari ke depan agar kenyamanan pedagang dan pengunjung bisa semakin meningkat.
Target Gubernur Lebih Cepat: 7-8 Hari
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyampaikan target yang lebih ambisius. Saat meninjau lokasi, Pramono mengatakan timbunan sampah di Pasar Kramat Jati usai Lebaran masih menumpuk dan menargetkan penanganan selesai dalam waktu 7-8 hari.
"Mengenai penanganan sampah yang ada di Kramat Jati, mudah-mudahan 7-8 hari lagi selesai," kata Pramono usai groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 6 April 2026.
Pramono menjelaskan bahwa tumpukan sampah di Pasar Kramat Jati merupakan imbas dari longsor yang terjadi di salah satu zona TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Akibat kejadian itu, pengiriman sampah ke lokasi tersebut sempat dihentikan sementara, menyebabkan penumpukan di berbagai titik termasuk pasar tradisional ini.
Penambahan 20 Unit Truk untuk Percepatan
Untuk mengatasi penumpukan yang masih terjadi, Pemprov DKI Jakarta menambah 20 unit truk pengangkut sampah yang difokuskan untuk mempercepat penguraian tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
"Yang di Kramat Jati kemarin secara khusus kami tambah 20 truk baru untuk mengurangi itu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Meskipun penanganan sampah di Jakarta belum sepenuhnya tuntas dan masih terdapat sejumlah lokasi yang mengalami penumpukan, Pramono menyebut bahwa sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah kini sudah mulai berkurang. Upaya percepatan ini diharapkan mampu mengembalikan kondisi pasar menjadi lebih bersih dan tertata, sekaligus mencegah penumpukan sampah serupa terulang di kemudian hari.
Sebelumnya, sebagian warga di sekitar TPS Pasar Induk Kramat Jati mengaku khawatir adanya potensi banjir akibat robohnya tembok pembatas di lokasi tersebut. Dengan upaya pembersihan yang intensif ini, diharapkan kekhawatiran masyarakat dapat segera teratasi dan aktivitas perekonomian di pasar tradisional terbesar di Jakarta Timur ini dapat kembali normal.



