Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menggelar pertemuan dengan 10 asosiasi desa di Ruang Rapat Menteri, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut membahas dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dukungan Penuh dari 10 Asosiasi Desa
Sepuluh asosiasi yang hadir meliputi PAPDESI, APDESI Merah Putih, PP PPDI, APDESI, DPN PPDI, PABPDSI, ABPEDNAS, KOMPAKDESI, AKSI, dan GEMA Desa. Seluruh asosiasi menyatakan kesiapan mengawal pelaksanaan MBG dan KDKMP.
Yandri Susanto mengungkapkan bahwa program MBG dan KDKMP telah mendorong lahirnya berbagai desa tematik, seperti desa melon, desa jagung, desa beras, desa nila, desa ayam pedaging, dan desa ayam petelur. "Program MBG dan KDKMP telah mendorong lahirnya berbagai desa tematik," kata Yandri dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026). Selain itu, banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerja sama sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Manfaat MBG bagi Masyarakat Desa
Yandri menambahkan bahwa kedua program prioritas ini memudahkan masyarakat desa mengakses makanan bergizi, seperti telur dan daging ayam. "Semenjak ada MBG, Alhamdulillah, mereka merasakan manfaatnya. Termasuk tadi lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Nah, termasuk juga tadi Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.
Ia berharap KDKMP dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi, sarana pemerataan ekonomi, dan sumber pendapatan baru bagi desa. Mantan Ketua Komisi VIII DPR ini mengungkapkan bahwa 20 persen sisa hasil usaha koperasi akan menjadi pendapatan asli desa, sementara 80 persen lainnya akan kembali kepada masyarakat desa. "Dan termasuk akan mengurangi pengangguran di desa karena tenaga kerja yang akan bekerja di Kopdes itu diambil dari desa setempat," kata Yandri.
Pernyataan Ketua PAPDESI
Ketua PAPDESI Wargiyati, mewakili 10 asosiasi, secara tegas menyatakan dukungan terhadap program MBG dan KDKMP. "Kami Asosiasi Desa mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena telah memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata Wargiyati.
Ia menilai program MBG membantu warga desa dan menyerap tenaga kerja di desa sebagai relawan. MBG juga menjadi pendorong utama pembentukan desa tematik seperti desa melon, desa padi, desa tomat, desa ayam pedaging, hingga desa ayam petelur untuk menyiapkan rantai pasok bahan baku yang memberi dampak pengganda (multiplier effect) serta meningkatkan perputaran ekonomi desa.
Dampak Program terhadap Kebutuhan Pangan
Program MBG dinilai dapat mengatasi kebutuhan pangan masyarakat desa yang rentan dan anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang memadai untuk ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, balita, anak SD, SMP, dan SMA. Hal ini termasuk warga masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kami Asosiasi Desa mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lokomotif penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan menuntaskan angka kemiskinan," tambah Wargiyati.
Harapan untuk Tata Kelola yang Lebih Baik
Mengingat strategisnya MBG dan KDKMP, asosiasi meminta Pemerintah untuk terus melakukan perbaikan serta penyempurnaan tata kelola agar kedua program prioritas nasional ini tidak terjadi penyimpangan, melainkan berjalan lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran bagi warga desa.
Turut hadir mendampingi Yandri, Sekjen Taufik Madjid dan Pejabat Tinggi Madya di lingkungan Kemendes PDT.



