Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan tiba di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (23/6/2026), dalam kunjungan kenegaraan yang memuat pesan diplomatik penting setelah pembicaraan Iran dan Amerika Serikat (AS). Kunjungan itu dilakukan sehari setelah Pakistan dan Qatar mengumumkan bahwa putaran pertama pembicaraan tingkat tinggi AS-Iran di Burgenstock, Swiss, menghasilkan peta jalan 60 hari menuju kesepakatan akhir.
Kunjungan Strategis di Tengah Perkembangan Diplomasi
Waktu kunjungan Pezeshkian dinilai bukan kebetulan karena ia datang ke Islamabad setelah menandatangani salah satu kesepakatan diplomatik paling penting dalam masa kepresidenannya. Kesepakatan itu muncul di tengah tekanan politik domestik Iran yang mengingatkan pada perdebatan internal saat negosiasi JCPOA pada 2015.
Menurut pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Iran, kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Pakistan dan membahas isu-isu regional, termasuk perkembangan terbaru dalam negosiasi dengan AS. Pakistan, yang bertindak sebagai mediator dalam beberapa kesepakatan sebelumnya, memainkan peran kunci dalam memfasilitasi dialog antara Teheran dan Washington.
Peta Jalan 60 Hari Menuju Kesepakatan Akhir
Putaran pertama pembicaraan di Burgenstock, Swiss, yang difasilitasi oleh Qatar, menghasilkan peta jalan yang mencakup jadwal 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir. Kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara Iran dan AS, terutama terkait program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Washington.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto Zardari, menyambut baik perkembangan ini dan menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan perselisihan internasional. "Pakistan mendukung setiap upaya diplomatik yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas di kawasan," ujarnya dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Qatar.
Tekanan Politik Domestik di Iran
Di dalam negeri Iran, kesepakatan dengan AS memicu perdebatan sengit antara kelompok moderat dan konservatif. Kelompok konservatif mengkritik negosiasi tersebut sebagai bentuk konsesi terhadap tekanan Barat, sementara pendukung Presiden Pezeshkian berargumen bahwa kesepakatan diperlukan untuk meredakan sanksi ekonomi yang membebani rakyat Iran.
"Ini adalah momen kritis bagi diplomasi Iran. Kami harus menyeimbangkan kepentingan nasional dengan tuntutan internasional," kata seorang pejabat tinggi Iran yang tidak ingin disebutkan namanya.
Implikasi Regional dan Global
Kesepakatan potensial antara Iran dan AS memiliki implikasi luas bagi stabilitas Timur Tengah. Pakistan, yang memiliki hubungan dekat dengan kedua negara, berpotensi menjadi jembatan diplomatik yang penting. Kunjungan Pezeshkian ke Islamabad juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan keamanan antara kedua negara.
Analis politik di Islamabad mencatat bahwa keberhasilan negosiasi ini dapat membuka jalan bagi normalisasi hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang telah memulihkan hubungan diplomatik dengan Teheran tahun lalu.



