Jemaah haji diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan kartu Nusuk bermasalah. Pelaku kejahatan sering kali mengirimkan tautan melalui aplikasi WhatsApp dan meminta korban untuk mengkliknya.
Imbauan Kemenhaj
Mengutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jemaah haji diimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak mengklik tautan yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal. Jika menerima pesan mencurigakan, segera lakukan langkah-langkah berikut:
- Konfirmasi dan laporkan ke petugas resmi di sektor Nabawi.
- Jika sudah terlanjur mengklik tautan, segera blokir kontak pelaku dan hindari memberikan data pribadi lebih lanjut.
- Gunakan hanya jalur resmi dan ikuti arahan petugas.
Apa Itu Kartu Nusuk?
Kartu Nusuk adalah identitas resmi jemaah haji yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Kartu ini memuat data jemaah, foto, nomor visa, tiket transportasi, penginapan, serta barcode untuk verifikasi. Selain itu, kartu Nusuk berfungsi sebagai akses masuk ke Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada tahun 2026, kartu Nusuk dapat diperoleh di embarkasi atau asrama haji sebelum keberangkatan.
Akses Masuk Raudhah Gratis
Jemaah haji juga diingatkan untuk mewaspadai penipuan terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi. Akses ke Raudhah tidak dipungut biaya dan hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi. Akses resmi menggunakan sistem barcode melalui skema tasrih (izin kolektif) atau aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.
Saat ini marak oknum yang berpura-pura menjadi petugas dan meminta bayaran. PPIH menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk pungutan liar.
Ketentuan Akses Raudhah
Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat untuk akses Raudhah. Jemaah wajib menggunakan barcode melalui skema tasrih bagi rombongan atau aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri. Terkait batas usia, setelah nota kesepahaman, batas usia maksimal dinaikkan menjadi 60 tahun. Jemaah di atas usia tersebut tetap difasilitasi melalui mekanisme khusus.
Dalam pelaksanaannya, barcode tasrih kolektif dipegang oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Petugas bimbingan ibadah di masing-masing sektor akan mengoordinasikan jemaah sesuai kuota yang ditetapkan.



