Polda Metro Jaya memastikan bahwa kabar viral mengenai model Ansy Jan De Vries yang menjadi korban pembegalan dan pembacokan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, adalah hoaks. Cerita tersebut sengaja dibuat oleh sang model sendiri dengan alasan iseng. Kebohongan ini terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan lapangan dan bertemu langsung dengan Ansy Jan De Vries.
Motif Iseng dan Ingin Sensasi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim psikologi, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta petugas kesehatan telah memeriksa kondisi wanita tersebut untuk menggali keterangan. "Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya," tegas Budi kepada wartawan, Rabu (20/5/2026) malam.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan narasi yang menyebut Ansy Jan De Vries dibacok oleh orang tidak dikenal saat mengendarai ojek online di Kebon Jeruk. Polisi langsung bergerak cepat mengecek tempat kejadian perkara (TKP) hingga menyisir Rumah Sakit Sumber Waras yang disebut sebagai tempat korban dirawat. Namun, petugas menemukan kejanggalan karena nama Ansy Jan De Vries tidak terdaftar sebagai pasien.
Budi membeberkan motif di balik aksi nekat sang model membuat laporan palsu tersebut adalah demi mencari sensasi di tengah maraknya isu kriminalitas di ibu kota. "Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal," ungkap Budi membongkar motif pelaku.
Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi kegaduhan ini, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat luas untuk tidak menyebarkan informasi bohong tersebut dan meminta publik lebih menyaring konten yang beredar di internet. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bersosial media, untuk tidak menghembuskan berita-berita yang menyesatkan," pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Polisi terus mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, terutama yang bersifat sensasional.



