Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan. Salah satu dari mereka adalah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Abi Nurwardani. Keputusan ini diumumkan oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Selasa, 9 Juni 2026.
Penetapan Tersangka dan OTT
Selain Abi, tiga tersangka lainnya adalah Bupati Muara Enim Edison, Adi Triadi yang merupakan pihak swasta sekaligus keponakan bupati, serta Cory Erin Hardi selaku Marketing PT Millenium Solusi Abadi. Keempatnya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Muara Enim. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
Harta Kekayaan Abi Nurwardani
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK, Abi Nurwardani tercatat memiliki total harta kekayaan bersih mencapai Rp 9.787.756.500 atau sekitar Rp 9,78 miliar setelah dikurangi utang. Sebagian besar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan yang bernilai Rp 8.536.000.000.
Rincian Aset Tanah dan Bangunan
Aset properti Abi terdiri dari dua bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta satu unit tanah dan bangunan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Properti dengan nilai terbesar berupa tanah dan bangunan seluas 940 meter persegi dan 500 meter persegi di Sleman senilai Rp 3,5 miliar. Selain itu, terdapat tanah dan bangunan seluas 884 meter persegi dan 300 meter persegi di wilayah yang sama senilai Rp 3,536 miliar. Sementara di Muara Enim, ia memiliki tanah dan bangunan seluas 160 meter persegi dengan nilai Rp 1,5 miliar yang diperoleh dari hasil sendiri.
Harta Lainnya
Untuk alat transportasi, Abi melaporkan kepemilikan satu unit sepeda motor Yamaha NMax tahun 2021 senilai Rp 30 juta. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 40 juta. Selain itu, Abi melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp 459.001.500, serta harta lainnya senilai Rp 937.400.000. Total harta yang dilaporkan mencapai Rp 10.002.401.500. Namun, ia memiliki utang sebesar Rp 214.645.000, sehingga kekayaan bersihnya menjadi Rp 9.787.756.500.



