Prabowo Ancam Mitra MBG Nakal: Coba Kalau Lebih Pintar dari NKRI
Prabowo Ancam Mitra MBG Nakal: Coba Kalau Lebih Pintar

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjalankan tugas dengan benar. Ancaman ini disampaikan setelah sejumlah pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Peringatan Prabowo untuk Mitra Bandel

Dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6), Prabowo menegaskan bahwa ia tidak akan segan menindak mitra yang bermain-main dengan dana MBG. "Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pinter dari NKRI, ya coba aja," ujar Prabowo. Ia mengingatkan para mitra untuk kembali ke jalan yang benar, karena program MBG memiliki dampak positif yang besar bagi masyarakat.

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk memperkuat aparat penegak hukum dalam mengusut kasus-kasus yang melibatkan mitra nakal. "BPKP, KPK semua, penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Pimpinan BGN Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka korupsi. Mereka adalah Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua Wakil Kepala Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya. Penetapan ini terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang untuk program MBG pada tahun 2025-2026.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa ketiganya diduga melakukan mark up dalam pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi. "Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32 ribu pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, pengadaan tablet sebanyak 31 ribu sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, dan pengadaan tv 75 inchi sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up," jelas Syarief.

Prabowo menegaskan bahwa program MBG adalah prioritas pemerintah dan tidak boleh disalahgunakan. Ia berjanji akan terus mengawasi pelaksanaan program ini demi kepentingan masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga