Polisi Dalami Dugaan TPPO dan Penelantaran 11 Bayi di Sleman
Polisi Dalami Dugaan TPPO dan Penelantaran 11 Bayi

Polisi masih mendalami dugaan unsur pidana dalam peristiwa evakuasi 11 bayi dari sebuah rumah di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pekan lalu. Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menyatakan bahwa pihaknya terus menyelidiki indikasi penelantaran, perdagangan anak, atau tindak pidana lainnya dalam kasus ini.

Pemeriksaan Saksi dan Orang Tua

Polisi telah memintai keterangan dari enam orang tua yang menitipkan anaknya di lokasi tersebut. "Kita masih anev (analisis dan evaluasi) dan gelar untuk orang tua, sementara masih tetap (belum ada perkembangan)," kata Wiwit pada Selasa, 12 Mei 2026. Hingga saat ini, total 11 saksi telah dimintai keterangan, termasuk enam orang tua bayi, bidan berinisial ORP, kedua orang tua beserta pembantu ORP, dan dukuh Randu Wonokerso, Hargobinangun.

Evakuasi 11 Bayi

Sebelumnya, sebanyak 11 bayi dievakuasi oleh petugas kepolisian dari sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Rumah tersebut merupakan kediaman orang tua bidan ORP yang membantu persalinan belasan bayi itu sejak lima bulan lalu. Menurut keterangan dari detikJogja pada Senin, 11 Mei 2026, petugas awalnya menerima informasi yang mencurigakan terkait keberadaan belasan bayi di rumah tersebut yang dirawat oleh tiga orang. Evakuasi dilakukan pada Jumat, 8 Mei 2026, sore hari bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua diambil oleh orang tua, dan enam bayi lainnya dievakuasi ke Dinas Sosial Sleman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Asal Usul Bayi

Wiwit menjelaskan bahwa 11 bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping, dengan bantuan bidan ORP. Kasus ini bermula dari seorang ibu yang melahirkan di bidan tersebut dan kemudian menitipkan bayinya. Polisi mengungkapkan bahwa mayoritas bayi merupakan anak dari hubungan di luar nikah. Sementara itu, tempat praktik mandiri bidan ORP di Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, masih beroperasi pada Selasa, 12 Mei 2026, siang. Tempat ini disebut sebagai lokasi penitipan 11 bayi yang dievakuasi. Berdasarkan pantauan, terdapat dua petugas yang berjaga, dan seorang pria serta perempuan tampak menunggu di kursi tunggu. Salah seorang petugas perempuan menyebut bahwa ORP berada di lokasi, tetapi masih sibuk dan belum dapat dimintai keterangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga