Pigai Klaim Rasio Gini Era Prabowo Terbaik dalam 15 Tahun, Singgung MBG
Pigai: Rasio Gini Era Prabowo Terbaik dalam 15 Tahun

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengklaim bahwa Indeks Gini Indonesia pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan rekor terbaik dalam 15 tahun terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Pigai dalam sesi Jurnalis HAM di Bandung, Rabu (20/5/2026).

Indeks Gini Capai 0,363

“Selama pemerintahan Prabowo pimpin, Indeks Gini Indonesia terbaik dalam 15 tahun terakhir,” kata Pigai seperti dikutip Kamis (21/5/2026). Ia menambahkan bahwa perbaikan indeks gini ini turut dipengaruhi oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya pelajar tetapi juga balita, ibu hamil, dan menyusui, termasuk lansia yang berhak.

“Kita sudah ada pada posisi 0,363. Berarti ada distribusi yang mulai merata di seluruh Indonesia. Karena anggaran MBG turun ke rakyat, pendidikan, kesehatan,” ujar Pigai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pigai Minta Publik Objektif

Pigai meyakini bahwa meskipun dinamika program MBG saat ini masih diragukan manfaatnya, publik harus objektif dengan melihat data indeks gini yang mencatatkan perbaikan. “Itu orang boleh kritik (MBG) tapi dengan adanya indeks gini ini daya beli masyarakat sudah mulai berjalan. Ini kan angka statistik, tidak bisa dibohongi,” yakin dia.

Apa Itu Indeks Gini?

Indeks Gini (Rasio Gini) adalah alat ukur statistik yang digunakan untuk melihat tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau kekayaan dalam suatu populasi. Skor diukur dari 0 hingga 1. Semakin kecil angkanya, semakin merata distribusi pendapatan, artinya semua orang memiliki pendapatan yang sama dan tidak ada disparitas. Sebaliknya, semakin tinggi angkanya, semakin timpang distribusinya, di mana satu orang menguasai seluruh pendapatan.

Catatan Indeks Gini Indonesia 15 Tahun Terakhir

Berdasarkan data yang disampaikan Menteri HAM Natalius Pigai, berikut adalah catatan indeks gini rasio Indonesia dalam 15 tahun terakhir dengan perbandingan kota dan desa:

  • 2010: 0,42
  • 2011-2014: 0,41
  • 2015: 0,40
  • 2016-2017: 0,39
  • 2018-2022: 0,38
  • 2023: 0,39
  • 2024: 0,38
  • 2025: 0,37
  • September 2025: 0,36

Pigai menekankan bahwa perbaikan ini menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata, dan hal ini tidak terlepas dari program-program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga