Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) meluncurkan uji coba cairan inovatif bernama Eco Lindi untuk menetralisir bau sampah di dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kecamatan Tambora. Uji coba ini dilakukan pada Minggu, 31 Mei 2026.
Harapan Besar dari Eco Lindi
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah bau dan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. "Eco Lindi ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan bau. Kita akan lihat dalam beberapa waktu, pastinya ini akan terjadi perubahan yang signifikan, khususnya mengenai masalah bau dan bagaimana kita bisa mengelola sampah dari sumber dengan lebih efektif," ujar Iin di Jakarta, melansir Antara, Senin (1/6/2026).
Apa Itu Eco Lindi?
Eco Lindi adalah cairan penetral bau sampah yang ramah lingkungan. Cairan ini terbuat dari fermentasi air lindi (cairan limbah Tempat Pemrosesan Akhir/TPA), molase (air tebu), asam sulfat, dan katalis organik. "Uji coba perdana ini dilakukan di depo sampah Kelurahan Duri Utara dengan pendampingan langsung dari tim Kabupaten Sidoarjo," jelas Iin.
Mengapa Tambora Dipilih?
Kecamatan Tambora dipilih sebagai lokasi percontohan pertama karena karakteristiknya yang padat penduduk dan menghasilkan limbah spesifik. "Tambora memiliki kepadatan penduduk tertinggi dan keterbatasan lahan untuk TPS. Selain itu, Tambora memiliki potensi sampah dari limbah industri konveksi. Jika tidak diolah dengan baik, ini akan menjadi persoalan," terang Iin. Setelah Tambora, Pemkot Jakbar berkomitmen menerapkan Eco Lindi di tujuh kecamatan lainnya secara bertahap, disertai koordinasi dan sosialisasi teknologi tersebut.
Penemu Eco Lindi
Penemu Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, mengungkapkan bahwa inovasi ini telah dikembangkan sejak masa kuliah sekitar 4,5 tahun lalu dan kini sudah diterapkan di lebih dari tujuh TPA di Indonesia. "Bahan utamanya adalah air lindi. Tujuannya membuat air lindi yang ramah lingkungan dengan memicu proses katalisis agar sampah tidak bau, tidak menghasilkan gas metana, dan tidak mengundang lalat," papar Rania. Ia memastikan cairan ini aman bagi lingkungan berdasarkan hasil uji coba. "Untuk keamanannya saya cukup percaya diri karena sudah dipraktikkan. Bahkan saat dieksperimenkan pada tanaman dan kolam ikan, tanaman serta ikannya tidak mati," pungkas Rania.
Dengan uji coba ini, Pemkot Jakbar berharap dapat mengatasi permasalahan bau sampah yang selama ini dikeluhkan warga, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dari sumbernya.



