Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan bahwa sebanyak 11.078 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos telah dicoret dari daftar penerima karena terindikasi terlibat dalam judi online (judol) pada triwulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan temuan sebelumnya yang mencapai ratusan ribu penerima bansos.
Penurunan Drastis Temuan Judi Online
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026), Gus Ipul menyatakan bahwa pada triwulan pertama terdapat lebih dari 11 ribu KPM yang dicoret, sementara pada triwulan kedua hanya 75 KPM yang terkena sanksi serupa. "Artinya sudah ada penurunan secara drastis pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judi online," ujarnya.
Apresiasi kepada PPATK
Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah membantu pemerintah dalam menelusuri data penerima bansos yang terindikasi judi online. Tahun ini, Kemensos juga akan menyerahkan data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan data.
"Saya berterima kasih dengan PPATK yang telah memberikan informasi cukup baik sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar," kata Gus Ipul. "Ini pelajaran yang paling penting. Tahun ini kami akan mencoba menyerahkan data-data terbaru hasil pemutakhiran BPS kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan, sekaligus menjadi koreksi jika ada KPM yang terlibat di dalam bidang tersebut," lanjutnya.
Pencoretan Bersifat Permanen
Menanggapi status pencoretan penerima bansos yang terindikasi judol, Gus Ipul menegaskan bahwa saat ini pencoretan bersifat permanen. Sebelumnya, pemerintah sempat memberikan kesempatan sekali kepada sebagian penerima bansos setelah dilakukan verifikasi. "Sampai sekarang kita sudah permanen. Kemarin yang tahun lalu masih kita beri sekali lagi kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu setelah hasil kroscek memang mereka sangat membutuhkan. Tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulang lagi, akan kita coret selamanya," tegasnya.



