Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana Disorot Media Asing
Jakarta - Pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi sorotan media asing. Kantor berita AFP yang berbasis di Paris, Prancis, memberitakan langkah tersebut dalam artikel berjudul "Indonesian president sacks head of free meal scheme".
"Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari Selasa mencopot kepala badan yang bertanggung jawab atas program makan gratis sekolah andalannya, yang telah tercoreng oleh kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi," demikian AFP memulai laporannya.
AFP menambahkan bahwa program bernilai miliaran dolar ini merupakan kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024. Pemerintah mengklaim telah menyediakan makanan kepada lebih dari 61 juta orang hingga Maret, namun puluhan ribu orang jatuh sakit sejak program diluncurkan pada Januari tahun lalu.
Sorotan The Straits Times dan Media Malaysia
Media ternama Singapura, The Straits Times, juga memberitakan pemecatan Kepala BGN dalam artikel berjudul "Indonesia's Prabowo sacks head of free meal scheme that sickened thousands". Media tersebut mengutip pernyataan Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi yang menyebut kualitas makanan sebagai salah satu kekhawatiran di balik langkah tersebut.
"Presiden telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada kepemimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo. The Straits Times menulis bahwa para kritikus menyerukan penangguhan program karena masalah kebersihan dan dugaan korupsi.
Media Malaysia, The Star, turut memberitakan pemecatan tersebut dalam artikel berjudul "Indonesian president sacks head of free meal scheme". Sementara itu, New Straits Times (NST) menulis "Prabowo removes head of free meals agency over governance concerns".
NST menyoroti kekhawatiran investor tentang dampak pengeluaran Prabowo terhadap anggaran negara untuk proyek kesejahteraan besar, termasuk program makan siang gratis. Pemerintah berencana menghabiskan 268 triliun rupiah (US$15 miliar) untuk program tersebut tahun ini, lebih rendah dari alokasi awal 335 triliun rupiah.
Latar Belakang Pencopotan
Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi yang memimpin BGN sejak awal pembentukannya, kini digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang. Bulan lalu, Indonesia Corruption Watch mengajukan pengaduan terhadap Dadan dengan dugaan penyimpangan anggaran. Tahun lalu, Dadan mengatakan kepada DPR bahwa program MBG bertanggung jawab atas setidaknya 11.000 kasus keracunan, dengan lebih dari 600 orang dirawat di rumah sakit.



