Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait pernyataan Nadiem Makarim yang menyebut namanya dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Jokowi menilai positif sosok Nadiem yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) di era pemerintahannya.
"Ya yang saya tahu pak Menteri Nadiem Makarim orang baik," ujar Jokowi saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Pernyataan ini disampaikan Jokowi setelah Nadiem dalam pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Selasa (2/6/2026) mengucapkan terima kasih kepada beberapa presiden, termasuk Jokowi. Nadiem juga menyinggung program digitalisasi pendidikan yang dijalankan saat menjabat Mendikbudristek.
Kebijakan Digitalisasi dari Presiden
Jokowi tidak membantah bahwa kebijakan dan program yang dijalankan Nadiem selama menjabat telah sesuai dengan arahan presiden. "Ya semua kebijakan, semua program itu semua dari presiden," ucapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa berbagai program strategis kementerian merupakan bagian dari kebijakan dan arah pembangunan yang ditetapkan pemerintah pusat. Nadiem dalam sidang menyebut bahwa digitalisasi sekolah, termasuk pengadaan laptop Chromebook, adalah implementasi dari mandat Presiden Jokowi dalam rapat terbatas pemerintah.
Nadiem menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak lahir secara mandiri, melainkan merupakan pelaksanaan visi dan arahan presiden. Program digitalisasi pendidikan bertujuan mempercepat transformasi sistem pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi di sekolah.
Reaksi Publik dan Proses Hukum
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini menjadi sorotan publik. Nadiem Makarim didakwa melakukan korupsi dalam pengadaan perangkat Chromebook untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Dalam pleidoi, Nadiem menyampaikan kekecewaannya dan merasa difitnah saat menjadi menteri.
Proses hukum masih berlangsung, dan putusan hakim ditunggu oleh banyak pihak. Sementara itu, Jokowi memberikan dukungan moral kepada mantan menterinya dengan menyebutnya sebagai orang baik.
Pernyataan Jokowi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang hubungan antara presiden dan mantan menterinya di tengah proses hukum yang berjalan.



