Terungkap! Israel Kirim Iron Dome ke UEA Saat Perang Iran
Israel Kirim Iron Dome ke UEA Saat Perang Iran

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkapkan bahwa Israel mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Uni Emirat Arab (UEA) selama perang melawan Iran berlangsung. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi di Tel Aviv University pada Selasa waktu setempat.

Pengakuan Dubes AS

Huckabee menyatakan bahwa baterai Iron Dome beserta personel pengoperasinya dikerahkan ke UEA beberapa bulan lalu saat pertempuran melawan Iran. Dengan demikian, UEA menjadi negara Timur Tengah pertama yang diketahui mengizinkan operasi sistem pertahanan udara canggih buatan Israel di wilayahnya.

"Bolehkah saya menyampaikan apresiasi yang mendalam dan kekaguman kepada Uni Emirat Arab?" ujar Huckabee. "Mereka anggota pertama Abraham Accords, dan lihat manfaatnya. Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel untuk membantu mengoperasikannya. Ini karena hubungan luar biasa antara UEA dan Israel berdasarkan Abraham Accords."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Abraham Accords

Abraham Accords adalah kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel yang dimediasi AS. UEA termasuk empat negara mayoritas Muslim pertama yang menandatangani kesepakatan tersebut pada masa jabatan pertama Presiden Donald Trump (2017-2021).

Serangan Balasan UEA ke Iran

Pernyataan Huckabee muncul setelah laporan Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan bahwa UEA secara diam-diam melancarkan serangan balasan terhadap Iran. Salah satu targetnya adalah kilang minyak di Pulau Lavan pada awal April, saat Trump akan mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran. Serangan itu memicu kebakaran besar dan melumpuhkan fasilitas tersebut.

Dampak Perang terhadap UEA

Selama perang antara AS-Israel melawan Iran sejak akhir Februari, negara-negara Teluk seperti UEA yang menampung aset militer AS menjadi sasaran serangan balasan Iran. Menurut WSJ, Iran menargetkan UEA dengan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone, lebih banyak dibandingkan negara Teluk lainnya, bahkan melebihi serangan terhadap Israel.

Setelah gencatan senjata berlaku sejak awal April, UEA melaporkan beberapa serangan rudal dan drone dari Iran. Namun, Teheran membantah melancarkan serangan terhadap UEA selama gencatan senjata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga