Hakim Tegur Eks Gubernur Lampung Arinal di Sidang: Hakimnya Saya, Bukan Bapak
Hakim Tegur Arinal di Sidang: Hakimnya Saya, Bukan Bapak

Bandar Lampung - Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana participating interest (PI) 10%. Namun, penjelasan Arinal dalam persidangan membuat hakim geram. Berdasarkan pantauan detikSumbagsel, Arinal kerap memberikan jawaban yang tidak jelas dan beberapa kali menyela pertanyaan Jaksa Penuntut Umum serta Majelis Hakim.

Kronologi Teguran Hakim

Puncak ketegangan terjadi ketika hakim anggota, Ayanef Yulius, mempertanyakan penerbitan Surat Keputusan Gubernur terkait penunjukan perusahaan yang mengelola dana PI. Menurut Ayanef, data yang diterima menunjukkan bahwa pada masa Gubernur Lampung sebelumnya, M Ridho Ficardo, Pemerintah Provinsi Lampung telah menerbitkan SK untuk PT Wahana Raharja (BUMD) sebagai pengelola dana tersebut. Namun, setelah Arinal menjabat, muncul SK baru yang menunjuk PT Lampung Energi Berjaya (BUMD) sebagai pengelola dana.

Ayanef kemudian bertanya, "Saudara tahu tidak bahwa ini sebenarnya bukan hanya informasi akan mendapat, tapi sudah dilaksanakan oleh gubernur sebelumnya dana PI ini, dengan menunjuk PT Wahana Raharja melalui Keputusan Gubernur?" Arinal pun berupaya menjelaskan bahwa dana PI merupakan hasil koordinasi dan konsultasi dengan Pertamina. Ia terus berbicara tanpa henti, yang akhirnya membuat Ayanef geram.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Teguran Hakim

"Saya jawab dulu, Pak. Dengan SKK Migas," kata Arinal. Namun, Ayanef menegur dengan tegas, "Saya di sini hakimnya Pak, bukan Bapak!" Setelah teguran tersebut, Arinal mengaku tidak mengetahui adanya dua Surat Keputusan Gubernur yang diterbitkan pada masa Gubernur Ridho Ficardo dan dirinya.

Kasus korupsi dana PI ini sebelumnya telah menyeret Arinal sebagai tersangka oleh Kejati Lampung. Sidang selanjutnya dijadwalkan untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga