Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan mandat khusus kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Dody Sukmono. Tugas mereka adalah mengumpulkan seluruh informasi terkait proses pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat yang tengah menjadi perbincangan publik.
Waktu Pelaporan Hingga Pekan Depan
Keduanya diberi waktu hingga pekan depan untuk melaporkan hasil kerja mereka. Agus Jabo menegaskan tidak akan menolerir segala bentuk penyelewengan dalam proses pengadaan tersebut.
"Karena saya sudah berkomitmen kalau ada penyelewengan, saya sama Pak Menteri yang akan bertindak duluan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum," tegasnya dalam siaran pers, Kamis (7/5/2026).
Rencana Pertemuan dengan KPK
Sebagai bentuk keseriusan, Agus Jabo menjelaskan bahwa dirinya bersama Gus Ipul dan jajaran Kemensos akan bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok.
"Setiap langkah atau program yang kita lakukan, kita selalu berkonsultasi, berkolaborasi dengan pihak-pihak yang lain. Jadi rencananya memang besok kita mau ke KPK untuk meminta saran, meminta masukan supaya dalam program pengadaan itu tidak akan menimbulkan masalah-masalah," katanya.
Bantahan Terkait Isu Markup Harga
Khusus mengenai isu markup harga sepatu siswa Sekolah Rakyat, Agus Jabo memastikan hal itu tidak benar. Polemik tersebut, menurutnya, berawal dari foto Mensos Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat. Foto tersebut merupakan potongan dokumentasi dari kegiatan dialog bersama pilar sosial se-Malang pada 2 Mei 2025 lalu. Foto itu kemudian dinarasikan sebagai sepatu yang dianggarkan oleh Kemensos seharga Rp 700 ribu per pasang.
Padahal, faktanya sepatu tersebut merupakan sumbangan dari Gubernur Khofifah dengan spesifikasi berbeda dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur.
"Tetapi kemudian di dalam pagu ya, rencana anggaran Kemensos untuk pengadaan sepatu ada yang nilainya Rp 700 ribu, sepatu apa itu? Yaitu sepatu PDL yang tentunya spesifikasinya berbeda dengan sepatu harian," urainya.
Ia menekankan bahwa harga Rp 700 ribu merupakan pagu anggaran (batas maksimal) dan bukan harga pembelian riil. Agus Jabo menjelaskan siswa Sekolah Rakyat masing-masing mendapat berbagai jenis sepatu, yaitu sepatu PDL, sepatu PDH, sepatu olahraga, dan sepatu harian.
"Seperti jenis sepatu harian itu dalam proses pengadaan dianggarkan sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu," jelasnya.
Ucapan Terima Kasih dan Komitmen Transparansi
Kendati demikian, terlepas dari polemik di masyarakat yang berbasis pada ketidakakuratan informasi yang ada, Agus Jabo mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas masukan yang diberikan kepada Kemensos. Ia memastikan Kemensos akan selalu transparan dalam menjalankan program.



