Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen, mengalami luka di bagian tangan saat proses eksekusi lahan Hotel Sultan berlangsung ricuh pada Kamis (18/6). Peristiwa ini terjadi setelah aparat berhasil memukul mundur massa yang menolak pelaksanaan eksekusi.
Kivlan Zen Terluka Akibat Kawat Berduri
Setelah situasi mulai terkendali, Kivlan terlihat duduk di salah satu kursi lobi hotel. Tangan kirinya tampak diperban dan terdapat noda darah yang cukup jelas. Ia mengaku hadir di lokasi sebagai kuasa ahli waris yang berkaitan dengan sengketa lahan tersebut.
Menurut pengakuan Kivlan, luka yang dideritanya disebabkan oleh kawat berduri saat kericuhan terjadi. "Karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri. Nggak apa-apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan," ujarnya dengan tegas.
Pernyataan Pemerintah Soal Eksekusi
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto sebelumnya menjelaskan bahwa eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto. Bambang menegaskan bahwa lahan tersebut adalah aset negara yang telah dibebaskan oleh pemerintah sekitar tahun 1959 dalam rangka persiapan Asian Games IV.
Ia mengungkapkan bahwa selama 50 tahun terakhir, aset tersebut telah digunakan oleh PT Indobuildco dengan banyak kejanggalan dalam proses pengelolaannya. "Jadi bisa dikatakan bahwa Indobuildco itu sudah punya privilege selama 50 tahun untuk menguasai aset ini," ucap Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan agar aset strategis ini, setelah dikembalikan kepada negara, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. "Itu saja yang perlu kita sampaikan," pungkasnya.
Kericuhan Saat Eksekusi
Proses eksekusi yang berlangsung Kamis pagi itu diwarnai aksi saling dorong antara aparat dan massa yang menolak. Sejumlah tamu hotel dilaporkan panik dan meninggalkan lokasi. Massa bahkan melempari batu dan botol ke arah aparat keamanan yang berjaga. Situasi baru dapat dikendalikan setelah aparat melakukan tindakan tegas.



