Eks Wamenaker Noel: Saya Dilarang Naik Lion Air karena Bela Buruh
Eks Wamenaker Noel Dilarang Naik Lion Air karena Bela Buruh

Jakarta - Terdakwa eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, mengungkapkan pengalamannya membela hak pekerja dalam sidang dugaan korupsi pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam pledoi yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026, Noel menceritakan kasus penahanan ijazah di lingkungan Lion Group yang dinilainya sangat membekas selama 10 bulan menjabat sebagai pejabat negara.

Kasus Penahanan Ijazah Lion Group

Noel menyoroti praktik penahanan ijazah yang dilakukan oleh Lion Group. Menurutnya, dari pengaduan dan penelusuran yang diterimanya, banyak ijazah pekerja berhasil dikembalikan. Ia menekankan bahwa setiap ijazah yang kembali berarti masa depan yang terbuka kembali bagi para buruh.

"Setiap ijazah yang kembali berarti satu masa depan yang dibuka kembali. Saya akan menyampaikan perhitungan sederhana. Apabila satu ijazah ditebus dengan nilai Rp 40 juta dan jika pekerja yang terdampak mencapai 10 ribu orang, maka nilai uang buruh tersebut mencapai Rp 400 miliar. Dan ini baru satu angka di industri penerbangan, khususnya Lion!" ungkap Noel dalam persidangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Noel menambahkan bahwa praktik serupa tidak hanya terjadi di industri penerbangan. Ia menemukan persoalan yang sama pada tenaga medis, buruh lepas, hingga pekerja sekuriti. "Saya baru mengambil satu item tenaga kerja di industri, kalau saya pukul rata 10 ribu (karena praktiknya mereka meminta uang tebusan Rp 40 juta), kalau saya kalkulasi, saya menyelamatkan satu industri penerbangan uang rakyat itu Rp 400 miliar. Baru satu industri!" tegasnya.

Dampak Pembelaan terhadap Buruh

Noel juga mengaku merasakan langsung risiko dari sikapnya saat menangani persoalan tersebut. Ia menyebut dirinya sempat dilarang menggunakan maskapai Lion Air setelah mengusut kasus penahanan ijazah pekerja. "Salah satu industri penerbangan, Lion, langsung banned saya. Saya satu-satunya pejabat di republik ini, pejabat negara, yang tidak boleh menaiki pesawat dari industri penerbangan khususnya Lion," ujar Noel.

Noel memahami bahwa sikapnya mungkin tidak menyenangkan pihak tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa risiko seperti itu adalah bagian dari konsekuensi ketika menjabat dan memilih berdiri di sisi pekerja yang merasa haknya tertahan. "Saya memahami bahwa sikap saya mungkin tidak menyenangkan pihak tertentu. Tetapi dalam pandangan saya saat itu, risiko seperti itu adalah bagian dari konsekuensi ketika menjabat, memilih berdiri di sisi pekerja yang merasa haknya tertahan," tegas Noel.

Penegasan dalam Nota Pembelaan

Meski demikian, Noel menegaskan bahwa penyampaiannya dalam nota pembelaan bukan untuk menyerang perusahaan tertentu. Ia mengatakan pengalaman tersebut hanya ingin menunjukkan risiko yang dihadapinya saat memperjuangkan hak pekerja. "Saya tidak menyampaikan ini untuk menyerang perusahaan tertentu. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa dalam menjalankan tugas, saya tidak selalu mengambil jalan yang nyaman bagi diri saya sendiri. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Mulia untuk menilai berdasarkan data, dokumen, dan fakta yang tersedia," tandas Noel.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga