Dedi Mulyadi Bicara Nasib Sayembara Rp250 Juta Tangkap Taufik Hidayat
Dedi Mulyadi Bicara Nasib Sayembara Rp250 Juta Tangkap Taufik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai nasib sayembara Rp250 juta yang sebelumnya ia janjikan untuk menangkap Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung. Taufik berhasil diringkus oleh personel gabungan kepolisian di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (23/6), setelah buron sejak kasusnya terungkap.

Sayembara untuk Warga, Polisi yang Menangkap

Menurut Dedi, sayembara tersebut pada awalnya ditujukan untuk warga masyarakat. Namun, karena yang berhasil menangkap Taufik adalah aparat kepolisian, bukan warga, ia akan membahas lebih lanjut dengan Kapolda Jawa Barat mengenai hadiah tersebut. "Sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan," kata Dedi di Garut, Rabu (24/6). Ia juga menambahkan, "Takutnya kan ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya akan ketemu dengan Pak Kapolda."

Apresiasi untuk Polda Jabar

Dedi menyampaikan apresiasi kepada tim dari Polda Jawa Barat yang berhasil meringkus Taufik dalam waktu yang cepat. "Yang pertama, saya ucapkan terima kasih. Tadi malam saya sudah sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Kapolda, bahwa cepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap," ujarnya. Ia berharap Taufik mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. "Ya hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Itu berat lho. Diserahkan kepada hakim atas dasar perbuatan yang dilakukan. Yang pasti harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada," ucap Dedi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kasus Penyekapan dan Penyiksaan

YTR diduga dianiaya dan disekap oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, selama tiga tahun di sebuah kamar kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perempuan berusia 29 tahun itu mengalami luka berat, termasuk tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, dan tidak bisa berjalan. Kasus dugaan penganiayaan ini telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026. Kakak korban, Melanie Silviani, mengungkapkan bahwa korban kini masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga