Bupati Muara Enim Edison Ditahan KPK Usai OTT, Ini Tiga Tersangka Lainnya
Bupati Muara Enim Ditahan KPK, Tiga Tersangka Lain Juga Dibekuk

Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Ia keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye tahanan dan tangan diborgol.

Empat Tersangka dalam Kasus Suap

Edison tidak sendirian. KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Abi Nurwardani yang menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 2026, Adi Triadi yang merupakan keponakan bupati, serta Cory Erin Hardi yang menjabat Marketing PT Millenium Solusi Abadi.

Edison bersama Abi Nurwardani dan Adi Triadi keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 16.21 WIB. Ketiganya tampak mengenakan rompi oranye dan tangan terborgol saat digiring menuju mobil tahanan. Tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada awak media, mereka langsung dibawa ke Rumah Tahanan KPK untuk menjalani masa penahanan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebelumnya, tersangka Cory Erin Hardi lebih dulu keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 13.19 WIB. Cory juga mengenakan rompi oranye tahanan KPK dan memilih bungkam saat ditanya wartawan sebelum dibawa petugas untuk menjalani penahanan.

Barang Bukti dari Operasi Tangkap Tangan

Penetapan tersangka ini berdasarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Senin, 8 Juni 2026. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penetapan tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti awal yang didapatkan dalam OTT tersebut.

"Benar salah satunya adalah Bupati," ujar Budi Prasetyo, Selasa (9/6/2026). Ia menambahkan bahwa dari penyidikan tersebut, KPK sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, KPK juga menyita uang sejumlah Rp 2 miliar. Uang tersebut terdiri dari berbagai mata uang, termasuk dolar dan riyal.

Proses Penahanan

Sekitar pukul 16.23 WIB, Edison keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi tahanan oranye bernomor 123. Dengan tangan diborgol, Edison langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

KPK terus mengembangkan penyidikan kasus ini untuk mengungkap aliran uang dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga