Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengakibatkan empat desa terendam dan seorang warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.
Korban Hanyut Berhasil Ditemukan Selamat
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, dalam keterangannya pada Rabu, 27 Mei 2026, mengonfirmasi bahwa seorang warga sempat hanyut terbawa material longsor hingga ke laut. "Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat," ujarnya. Korban kini telah mendapatkan perawatan medis dan dikumpulkan kembali dengan keluarganya di lokasi pengungsian.
Kronologi Bencana
Bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang terus-menerus mengguyur Kabupaten Bone Bolango sejak siang hingga malam hari. Puncaknya terjadi pada pukul 22.00 WITA, ketika banjir bandang dan tanah longsor secara tiba-tiba merendam pemukiman warga. Material longsor bercampur lumpur dan kayu menghanyutkan sejumlah rumah, termasuk satu unit rumah yang hancur total akibat terjangan arus.
Dampak dan Evakuasi
BPBD Bone Bolango mencatat sedikitnya 35 unit rumah terendam banjir. Selain itu, satu rumah warga dilaporkan hancur total setelah terseret arus banjir. Seluruh anggota keluarga korban beserta warga terdampak lainnya yang berjumlah 35 kepala keluarga atau 105 jiwa telah berhasil dievakuasi ke lokasi pengungsian yang berpusat di Dusun 3, Desa setempat. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Empat Desa Terdampak
Berdasarkan data BPBD, banjir dan tanah longsor terjadi di empat desa di Kabupaten Bone Bolango. Rincian dampak per desa adalah sebagai berikut:
- Desa Muara Bone: 50 jiwa terdampak.
- Desa Moodulio: 97 jiwa terdampak.
- Desa Taludaa: 100 jiwa terdampak.
- Desa Masiaga: 10 jiwa terdampak.
Total warga terdampak mencapai 257 jiwa. Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau perkembangan situasi dan mendistribusikan bantuan logistik serta kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih tinggi.



