Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal menerima permohonan penukaran uang rusak milik Ida (52) warga Batang yang terendam banjir rob. Dari total Rp 1,54 miliar yang diajukan, hanya Rp 1,51 miliar yang dinyatakan layak ganti.
Proses Penukaran Uang Rusak
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan bahwa seluruh lembar uang telah diperiksa untuk memastikan keaslian dan menentukan besaran nilai penggantian sesuai ketentuan BI. "Dari Rp 1,54 miliar setelah diperiksa hanya Rp 1,51 miliar yang bisa diganti uang layak edar," kata Bimala di BI Perwakilan Tegal, Jumat (3/7/2026).
Uang tersebut merupakan milik Ida yang rumahnya terendam air rob. Ia datang ke BI untuk menukar uang rusak dengan uang baru. Bimala menjelaskan bahwa proses penukaran dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Kronologi Kerusakan Uang
Ida menyimpan uang hasil penjualan tanah di dalam koper. Koper itu ikut terendam saat banjir rob melanda kawasan tempat tinggalnya pada Februari 2026. Uang tersebut sedianya digunakan untuk biaya kuliah anaknya yang ingin melanjutkan pendidikan kedokteran. "Uang hasil jual tanah saya simpan di koper. Rencana buat persiapan kuliah anak di kedokteran," ungkap Ida.
Banjir rob yang melanda Batang menyebabkan kerugian tidak hanya bagi Ida, tetapi juga warga lainnya. BI Tegal pun memberikan pelayanan penukaran uang rusak bagi masyarakat terdampak.
Ketentuan Penukaran Uang Rusak
Bank Indonesia memiliki aturan khusus dalam penukaran uang rusak. Uang yang rusak akibat bencana alam seperti banjir rob dapat ditukarkan dengan syarat tertentu. BI akan memeriksa keaslian uang dan menentukan persentase penggantian berdasarkan tingkat kerusakan.
Dalam kasus Ida, dari total Rp 1,54 miliar, sebanyak Rp 30 juta dinyatakan tidak dapat diganti karena tidak memenuhi syarat. Bimala tidak merinci penyebab spesifik dari penolakan tersebut, namun biasanya terkait dengan kondisi uang yang tidak dapat dikenali keasliannya atau rusak total.
Ida pun menerima keputusan BI dan berharap uang pengganti tersebut dapat membantu biaya kuliah anaknya. Ia bersyukur masih mendapat penggantian sebagian besar uangnya.



