Telur Besar Lebih Murah? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Telur Besar Lebih Murah? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

Fenomena Telur Besar Lebih Murah

Telur ayam berukuran besar seringkali dijual dengan harga lebih murah dibandingkan telur kecil. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof Niken Ulupi, sebagian besar telur ayam di Indonesia dipasarkan dalam satuan kilogram (kg), meskipun sebagian lainnya dijual berdasarkan jumlah butir.

Permintaan Telur Kecil Lebih Tinggi

Kondisi tersebut membuat telur berukuran kecil lebih diminati. Dalam satu kilogram, telur kecil bisa berisi lebih banyak butir. "Sebagian besar konsumen telur ayam di masyarakat merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka menginginkan telur ukuran kecil agar dalam satu kilogram bisa berisi 16 butir atau lebih, sehingga telur berukuran besar kurang diminati. Hal inilah yang menyebabkan harganya relatif lebih murah," kata Niken dikutip dari laman IPB, Minggu (21/6/2026).

Ukuran Tidak Menentukan Kualitas

Niken menambahkan bahwa ukuran telur tidak menentukan kualitas. Telur besar dan kecil memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Yang membedakan hanyalah ukuran fisik dan preferensi konsumen. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir jika membeli telur besar dengan harga lebih murah karena kualitasnya tetap terjaga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram