Status Darurat TPA Jatiwaringin Belum Dicabut, Begini Kata Bupati Tangerang
Status Darurat TPA Jatiwaringin Belum Dicabut

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama 10 hari. Meski seluruh titik api telah dinyatakan padam, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih mempertahankan status tanggap darurat bencana hingga 14 Juli 2026.

Proses Pendinginan dan Pemantauan Intensif

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pada Jumat (10/7) sore, tak terlihat lagi ada kobaran api maupun kepulan asap di area timbunan sampah. Walaupun demikian, sejumlah petugas gabungan masih melakukan pembasahan di beberapa titik untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas di dalam timbunan sampah.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, proses pendinginan akan tetap dilakukan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan tidak ada sisa titik panas yang dapat menimbulkan kebakaran susulan. "Setelah dilakukan survei di seluruh lokasi, baik sektor barat maupun timur hingga ke puncak timbunan, alhamdulillah sudah tidak ditemukan lagi asap dan api. Sesuai arahan BNPB, kita masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembasahan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin," ujar Maesyal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 14 Juli

Menurutnya, status tanggap darurat belum dicabut karena pemerintah masih akan melakukan pemantauan secara intensif hingga masa penetapan berakhir pada 14 Juli mendatang. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penghentian atau perpanjangan status tersebut. "Ini akan kita selesaikan sampai dengan tanggal 14. Nanti akan kita lihat setelah tanggal 14 apakah perlu diperpanjang atau kondisinya sudah landai seperti sekarang. Nanti akan kita lihat di tanggal 14," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara untuk membantu penanganan kebakaran apabila dibutuhkan pemerintah daerah. "Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap membantu," tuturnya.

Mitigasi Kebakaran dan Pembangunan Embung

Riswandi juga mengingatkan pemerintah daerah yang memiliki tempat pemrosesan akhir sampah untuk meningkatkan langkah mitigasi selama musim kemarau. "Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," imbuhnya.

Sementara itu pascapenanggulangan kebakaran, Pemkab Tangerang mengaku tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur embung atau kolam buatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Itu disebut sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran di masa mendatang. "Pemerintah Kabupaten Tangerang, akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk ke TPA Jatiwaringin. Pembuatan embung di sekitar TPA," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Jumat, dikutip dari Antara. Ia mengemukakan, penyiapan infrastruktur kolam buatan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi dan meminimalisir kejadian serupa terulang atas kebakaran TPA itu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga