Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Targetkan Khitanan Massal 5.000 Anak
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Targetkan Khitanan Massal 5.000

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan pelaksanaan khitanan massal bagi 5.000 anak pada tahun depan sebagai bagian dari rangkaian perayaan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta. Target tersebut disampaikan Pramono saat menutup kegiatan Khitanan Massal bersama PAM Jaya dalam rangka HUT ke-499 DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Pramono meminta Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, untuk mulai mempersiapkan pelaksanaannya sejak sekarang. "Saya meminta betul, Pak Arif, untuk tahun depan kalau bisa kita khitanan itu 5.000. Jadi, Bapak harus persiapkan dari sekarang, 5.000," kata Pramono.

Menyambut Lima Abad Jakarta

Menurut Pramono, angka 5.000 dipilih untuk menyambut momen bersejarah lima abad Jakarta yang akan diperingati pada 2027. Ia optimistis kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial bagi masyarakat. "Kenapa 5.000? Tahun depan DKI Jakarta itu menyambut 5 abad," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pramono mengatakan perayaan lima abad Jakarta juga akan diisi dengan berbagai program untuk masyarakat. Salah satunya adalah menggratiskan layanan transportasi umum selama lima hari, mulai 22 hingga 27 Juni 2027. "Nanti bagi siapa pun warga Indonesia, bukan Jakarta, di Jakarta selama lima hari, dari tanggal 22 sampai dengan 27, transportasinya gratis satu rupiah. Semua warga negara. Tidak hanya Jakarta," jelasnya.

Tak hanya transportasi umum, Pemprov DKI juga berencana menggratiskan akses ke sejumlah destinasi wisata milik pemerintah, seperti Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan, hingga Ancol bagi seluruh warga Indonesia. "Dan kita perlakukan yang sama masuk ke Monas, Ragunan, Ancol, dan sebagainya juga gratis," tambahnya.

Kado untuk Masyarakat

Pramono mengatakan kebijakan itu merupakan hadiah dari Pemprov DKI kepada masyarakat dalam menyambut usia lima abad Jakarta. "Ini adalah kado Pemerintah DKI Jakarta kepada masyarakat dari mana pun untuk bisa menikmati Jakarta dengan baik," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengapresiasi pelaksanaan Khitanan Massal PAM Jaya yang tahun ini berhasil melayani 2.445 peserta. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 2.000 anak sekaligus memecahkan rekor MURI untuk penyelenggaraan khitanan massal.

Program CSR PAM Jaya

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan program khitanan massal merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang rutin digelar bekerja sama dengan TP PKK Provinsi DKI Jakarta. Arief menjelaskan jumlah peserta terus meningkat setiap tahun. Program yang semula hanya diikuti sekitar 150 anak kini telah berkembang hingga mencapai 2.445 peserta pada 2026.

"Tahun pertama sekitar 150 peserta, kemudian menjadi 500, lalu 1.000. Alhamdulillah tahun ini laporan dari panitia sudah tembus 2.000 dan totalnya mencapai 2.445 anak," kata Arief.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga